Ayub 38:1-38
Ayub 38:1-2. “Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub: “Siapakah dia yang menggelapkan keputusan dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan?”
Ayub yang sedang tertimpa musibah, dan dengan berani melontarkan serentetan pertanyaan mengapa kepada Allah, tiba-tiba dari dalam badai ia mendengar Allah berkata, “Siapakah dia yang menggelapkan keputusan dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan? Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.” (Ayub 38:1-3).
Jika saya menjadi Ayub, saya tentu akan sangat terkesiap dan merasa kecil. Bayangkan, Allah menjawab dari dalam badai, wow! Ketika Allah mengemukakan pertanyaan-pertanyaan dalam ayat-ayat selanjutnya, apa yang dikatakan-Nya begitu kuat dan tak terduga. Allah tidak benar-benar menjawab pertanyaan “mengapa” yang diajukan Ayub, tetapi Allah mendorong Ayub untuk memperhatikan kuasa dan kebesaran Allah dalam menciptakan dunia ini dan kemahakuasaan-Nya dalam mengatur dan mengendalikan semua unsur yang ada di alam semesta. Bukankah mestinya ini sudah cukup bagi Ayub juga kita untuk mempercayai Allah?
Untuk menegaskan kebesaran dan kemahakuasaan-Nya, Allah menunjuk ke langit dan dan mengatakan kepada Ayub untuk mengamati dua ciptaan-Nya yang amat mengagumkan: rasi bintang Kartika dan Belantik (ayat 31). Dengan memperhatikan semua benda-benda langit, mestinya ini cukup untuk menunjukkan kuasa Allah yang jauh melampaui kemampuan kita.
Allah yang memegang bintang-bintang di angkasa, tentu Ia juga memegang kita, umat tebusan-Nya, dengan tangan-Nya yang kuat. Berhentilah bertanya kepada Allah ‘mengapa’ untuk semua masalah yang Anda hadapi, tetapi sebaliknya mulailah mengucap syukur dan memuji kebesaran-Nya. Seperti Ayub kemudian dipulihkan Allah, Anda pun akan melihat Allah memulihkan hidup Anda. Haleluya!
Doa: “Ya Allah yang Mahakuasa, daripada bertanya ‘mengapa’ untuk semua masalah kami, kini kami mau melakukan yang sebaliknya, yaitu memandang kepada kebesaran-Mu dan percaya Engkau pasti sanggup menolong kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
