Mazmur 119:105-112
Mazmur 119:105. “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Zaman Perunggu (bahasa Inggris: “Bronze Age”) adalah periode perkembangan sebuah peradaban yang ditandai dengan penggunaan teknik melebur tembaga dari hasil bumi dan membuat perunggu. Secara urut, zaman ini berada di antara Zaman Batu dan Zaman Besi.
Sejak Zaman Perunggu, pelita sudah menjadi penerang di Palestina. Pelita ini berbahan bakar minyak zaitun, tidak berasap dan tidak berbau, bahkan agak sedikit wangi. Bagi pemazmur pelita adalah kebutuhan mutlak. Mana mungkin ia ke luar rumah tanpa pelita? Tanpa pelita kakinya akan terperosok ke lubang atau tergelincir ke parit. Di rumah pun ia memerlukan pelita. Tanpa pelita ia bisa tersandung kaki meja atau terbentur pada tembok. Lagi pula, mana mungkin ia membaca dan menulis tanpa pelita? Karena tiap malam ia menulis dan membaca.
Pada suatu malam, ditemani oleh pelitanya, pemazmur ini mengambil gulungan kitab-kitabnya, duduk dengan tenang dan mulai membaca. Firman Allah adalah pelitaku! Ah, betul! Cepat-cepat dibukanya gulungan kulit tipis dan kering yang siap ditulisi. Juga mangkuk tinta dan batang alang-alang di pinggir mangkuk itu. Tangannya mulai bergerak menggoreskan kata-kata. Lalu terukirlah huruf demi huruf (Mzm 119:105), “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Mari jadikan firman Allah menjadi penerang dalam kehidupan kita agar hidup kita tidak tersesat.
Doa: “Kami mau merenungkan firman-Mu siang dan malam, karena tanpa firman Tuhan, maka langkah kami pasti tersesat. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
