SALIB KRISTUS INTI PEMBERITAAN DALAM MISI
1 Korintus 1:18-31
1 Korintus 1:18. “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”
Injil harus digemakan ke seluruh penjuru bumi. Karena dalam Injil terkandung kuasa Allah yang menyelamatkan, menyembuhkan, memulihkan dan membebaskan. Itulah sebabnya tanda-tanda, keajaiban-keajaiban dan mujizat senantiasa menyertai di mana saja Injil diberitakan. Ada kekuatan Allah yang dilepaskan, ketika Injil disampaikan dengan penuh kuasa dan pengurapan-Nya.
Berbicara tentang Injil juga berbicara tentang kebesaran kasih Allah. Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Inti Injil adalah salib Kristus. Inilah pesan yang tidak boleh dilupakan oleh siap apun yang melakukan penginjilan, misi, atau khotbah di ibadah.
Sesungguhnya berita Injil itu sederhana , namun memiliki kuasa yang dahsyat dan menyelamatkan yaitu Kristus datang ke dunia dan mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia, bangkit pada hari ketiga dan naik ke sorga. Barang siapa percaya kepada-Nya akan diselamatkan sebab: “ ……di dalam dan oleh darah-Nya kita peroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa.” Efesus 1:7.
Sayangnya berita ini banyak ditolak dan bahkan dilecehkan karena dianggap sebagai suatu kebodohan. Tetapi bagi kita, berita Salib Kristus adalah anugerah yang tiada tara nilainya. Oleh sebab itu, tetaplah beritakan Injil sebagai kabar baik kepada setiap mahluk di mana pun Anda berada, karena tidak ada berita lain di dunia ini yang dapat memberikan jaminan keselamatan kekal; tidak ada berita lain yang olehnya kita diperdamaikan dengan Allah, selain berita salib Kristus, yakni Injil.
Doa: “Terima kasih Tuhan Yesus untuk kuasa Injil yang Kau telah nyatakan di dalam hidupku. Biarlah melalui hidupku, kuasa tersebut pun dapat juga dialami oleh orang lain. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung