Renungan Harian 03 Maret 2020

BUDAYA BERTERIMAKASIH

Lukas 17:11-19

Lukas 17:15-16. “Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.”

Perhatikanlah, kita harus mengucap syukur atas kebaikan yang telah Tuhan Yesus limpahkan kepada kita, terutama atas keselamatan yang telah kita terima lewat karya pengorbanan-Nya di kayu salib, juga mujizat kesembuhan yang kita terima atau mujizat apa pun yang telah Anda dan saya alami dari Allah. Kita haruslah bergegas dalam melayangkan pujian, tidak menunda-nundanya, sebab bisa saja waktu akan melunturkan kesadaran kita akan belas kasihan tersebut. Kita juga wajib merendahkan diri saat mengucapkan syukur, seperti saat berdoa.

Ketika melihat bahwa ia telah sembuh, orang Samaria itu kembali untuk berterima kasih. Dengan begitu tulus dan bersungguh-sungguh dia menyampaikan pengucapan syukurnya itu, ia memuliakan Allah dengan suara nyaring, mengakui bahwa kesembuhannya itu berasal dari Dia. Ia mengangkat suaranya dalam puji-pujian, seperti yang dilakukannya ketika berseru memohon kepada Yesus.

Dia tidak lantas pergi menemui sang imam untuk dinyatakan tahir olehnya dan dibebaskan dari segala pengucilan yang sebelumnya telah mengungkungnya, seperti yang hendak dilakukan oleh sembilan orang lainnya, melainkan kembali kepada Tuhan Yesus yang merupakan sumber dari kesembuhannya itu. Ia ingin memberikan kemuliaan kepada-Nya terlebih dahulu, sebelum ia mengecap kebaikan-Nya.

Doa: “Tuhan Yesus, ajarilah aku berterimakasih dan mengucap syukur selalu supaya keselamatan-Mu hidup di dalamku. Amin.”

Bacaan Setahun: Markus 1:35-45; Kisah Para Rasul 17:10-15; Mazmur 71; Imamat 13:40-41:20

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …