Renungan Harian (03 Maret 2016)

03PENGAMPUNAN KEKAL

1 Tesalonika 5:9-10

1 Tesalonika 5:9. “Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,”

Dalam buku biografi Daniel Webster, seorang politisi Amerika yang terkenal, terdapat 863 halaman yang mengisahkan tentang kehidupan kariernya dan hanya memiliki 5 halaman yang mengisahkan tentang kematiannya. Buku Hay’s Life Of Abraham Lincoln 5000 halaman, namun hanya 25 halaman yang mengisahkan tentang kisah dramatis kematiannya.

Bandingkan dengan ke-empat Injil yang merupakan buku biografi Yesus. Sepertiga dari Kitab Matius menjelaskan tentang bagaimana Kristus mati. Sepertiga dari Kitab Markus, seperempat dari Kitab Lukas dan setengah dari Kitab Yohanes diperuntukkan untuk khusus menceritakan tentang kematian Kristus. Semua halaman-halaman tersebut dipersembahkan untuk mengisahkan tentang 24 jam terakhir dalam kehidupan Kristus.

Mengapa? Karena kematian-Nya penting untuk keselamatan hidup umat manusia. Tuhan Yesus datang ke bumi dan meninggalkan sorga, hanya untuk sebuah tujuan, yaitu: naik dan mati di atas kayu salib bagi pengampunan dosa kita. Lewat kematian-Nya kita menerima pengampunan kekal. Tidak ada dosa yang terlalu besar yang tidak Ia ampuni, selama kita mengakuinya. Kata pengampunan digunakan sebanyak 143 kali dalam PB. Itu adalah istilah hukum yang berarti “melepaskan seseorang dari suatu kewajiban.” Dalam konteks keuangan, itu adalah gagasan mengenai pembatalan hutang.

Nah, Tuhan tidak mau kita berhenti hanya sampai diampuni. Sama seperti Tuhan telah mengampuni dan mengasihi kita, kita pun harus mau mengampuni dan mengasihi sesama. Sebesar apa pun kesalahan mereka, ingat, bahwa kesalahan Anda kepada Allah jauh lebih besar, tetapi Anda tetap dikasihi dan diampuninya. Ambilah keputusan untuk mengampuni, maka Roh Kudus akan memampukan Anda mengampuni dan bahkan juga menyembuhkan luka hati Anda. Semuanya dimulai dari sebuah keputusan.

Doa: “Terima kasih untuk kematian-Mu, Tuhan Yesus, sehingga lewatnya kami boleh menerima pengampunan kekal. Ajar kami juga untuk mengampuni orang lain, karena sesungguhnya kami pun adalah orang-orang berdosa yang telah menerima kasih karunia dari Engkau. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …