
PERNIKAHAN YANG BERHASIL
Efesus 5:22-33
Markus 10:9. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
Ketika seseorang sudah mengambil keputusan untuk melangkah ke jenjang pernikahan, maka dia berharap pernikahannya adalah pernikahan yang abadi sampai maut memisahkan. Penyatuan dua pribadi tidaklah mudah karena perbedaan karakter, budaya, status sosial, ekonomi, dll. Karenanya untuk menggapai pernikahan yang berhasil tidaklah mudah. Tidak mengherankan banyak keluarga-keluarga yang kandas di tengah jalan.
Di kalangan selebritis, perceraian sudah merupakan trend baru. Mereka dengan bangga mengumumkan perceraiannya. Tragisnya, perceraian terjadi juga di kalangan anak-anak Tuhan. Banyak hal yang menyebabkan hal ini bisa terjadi. Untuk itu dalam artikel ini akan diberikan bagaimana suatu pernikahan yang berhasil itu.
Ada tiga unsur yang membuat suatu pernikahan berhasil. Pertama adalah kasih. Kasih merupakan perekat dalam rumah tangga, kasih yang dimaksud yaitu kasih agape yaitu kasih yang berasal dari Allah. Dengan kasih Allah maka satu sama lain akan saling mengampuni jika ada yang bersalah. Kasih Allah akan saling menerima kelemahan dan kelebihan seseorang. Kasih Allah adalah fondasi dalam pernikahan.
Kedua adalah kedewasaan. Terlalu banyak pasangan yang bercerai begitu mereka melihat tantangan dan kesulitan hidup. Kedewasaan pasangan sangat diperlukan dalam suatu rumah tangga. Kedewasaan membuat seseorang bertanggung jawab akan hidupnya. Hal yang ketiga adalah kepercayaan. Mana mungkin dua orang berjalan bersama-sama tanpa adanya suatu kepercayaan satu sama lain. Oleh karena itu, setiap pribadi dalam pernikahan harus memiliki kepercayaan dan dapat dipercaya.
Pembaca Mitra Sejati, bagi Anda yang menikah, pelihara dan jagalah pernikahan Anda agar tidak kandas di tengah jalan, karena Allah melarang perceraian (Markus 10:9).
Doa: “Tuhan, bimbinglah pernikahan kami agar mempunyai kasih, kedewasaan, dan kepercayaan sehingga pernikahan kami menjadi pernikahan yang berhasil. Amin.”
Bacaan Setahun: 2 Raja-raja 3-4; Yohanes 6:60-71.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung