SUKSES
1 Samuel 3:11-14
“Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?”
1 Timotius 3:5
Setiap orang memiliki pandangan mengenai kesuksesan dan tentunya mereka menginginkan kesuksesan tersebut. Sebagian besar mengatakan kesuksesan dicapai apabila memiliki jabatan tinggi, pekerjaan yang besar, kekayaan berlimpah, atau pelayanan yang luar biasa. Hasilnya, orang hanya fokus pada kesuksesan lahiriah dan mengesampingkan hal-hal yang sebenarnya memiliki prioritas yang lebih tinggi.
Dalam 1 Samuel 3: 11-14, dikatakan Allah tidak suka dengan anak-anak dari Imam Eli, seorang imam besar yang sangat disegani di Israel. Seorang imam memiliki otoritas dan tanggung jawab yang besar terhadap suatu bangsa di hadapan Allahnya. Bangsa Israel menghormati dan menaati Eli sebagai Imam tetapi ia tidak dapat mendidik anak-anaknya.
Tidak hanya Imam Eli, tetapi Daud (2 Samuel 13-15), Salomo (1 Raja-raja 12), Samuel (1 Samuel 8:1-3), dan tokoh-tokoh hebat lainnya yang tercatat dalam Alkitab gagal dalam keluarganya. Ketika anak-anak mereka tidak dididik sesuai dengan firman Tuhan, Allah menghukum keluarga mereka.
Saat Yesus Kristus datang ke dunia, Ia melakukan mukjizat pertama kali dalam pernikahan. Allah ingin menunjukkan prioritas yang seharusnya terjadi dalam kehidupan manusia. Keluarga adalah prioritas yang utama setelah Allah, bukan pekerjaan, pelayanan, kekayaan, atau hal lainnya. Mari ubahlah konsep berpikir Anda. Fokuslah kepada prioritas yang Tuhan berikan. Sebagai orang tua, kasihilah pasangan Anda dan didiklah anak-anak dalam kebenaran firman Tuhan. Sebagai seorang anak, kasihi dan hormati Allah, orang tua, dan saudara-saudara. Prioritaskan Allah dan keluarga dalam kehidupan Anda.
Doa: “Kami mau hidup seturut kehendak-Mu dengan menjadikan keluarga sebagai prioritas penting dalam hidup kami. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung