2 Timotius 2:14-26
2 Timotius 2:23. “Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,”
Sekitar tahun 2007, smartphone bermerek Blackberry masuk ke pasar Indonesia dan mengambil alih teknologi HP biasa dengan mengenalkan sistem BBM-nya (blackberry message). Sekarang kalau kita bertemu teman lama atau berkenalan dengan teman baru, selalu pertanyaan penting selain ditanya “Apa kabar?” “Kamu sudah menikah atau belum?” adalah pernyataan “Minta PIN BB nya dong?”
Sekarang media sosial sudah berkembang begitu rupa dan Facebook, Twitter serta Instagram adalah beberapa contoh media sosial yang sedang digandrungi para “updater status” (istilah yang saya pakai untuk orang-orang yang hobi meng-update situasi yang sedang dialaminya). Malahan yang saya heran ternyata terjadi perang juga di media sosial. Saling sindir menyindir, menghina, menghakimi orang lain dll. Hal ini dilakukan juga oleh banyak orang yang sering ke gereja dan bahkan mengaku anak Tuhan bahkan pelayan Tuhan!
Pengalaman saya membaca status orang kadang membuat kening saya berkerut, misalnya “Bakso mau dikirim malah hilang! Udah tau diiket 4 bungkus, eh yang 2 bungkus malah hilang ditaro di Freezer lagi, hebat yah tuh tikus!” Pasti bunyi status seperti itu adalah untuk menuduh orang lain bukan? Tentu lebih bijak jika ditanya langsung ke orang bersangkutan dan bukan lantaran emosi atau perasaan marah semata. Bukan malah akhirnya memutuskan untuk menuliskan perasaan atau pikirannya di media sosial.
Tuhan Yesus mau jika kita sebagai anak-anak Tuhan yang dipenuhi Roh Kudus merenungkan, membagikan dan melakukan firman Tuhan. Jika kita hanya membagi status perasaan, pikiran negatif, kesedihan, kesusahan dll., maka pertanyaannya adalah apakah orang tersebut memang penuh Roh Kudus? Karena yang direnungkan dan dibagikannya adalah hal-hal yang membuat orang tidak diberkati. Renungkan, bagikan dan lakukan Firman Tuhan seperti yang Tuhan ajarkan kepada murid-muridnya. (NK).
Doa: “Bapa, pakai hidupku untuk menjadi alat-Mu. memberitakan kasih-Mu, menceritakan kebaikan-Mu, mengabarkan pengampunan-Mu. Biarlah setiap perkataan dalam hidupku menjadi berkat bagi banyak orang. Pakai hidupku bagi kemuliaan-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
