
MEMBERKATI
Zakharia 8:1-19
1 Petrus 2:9. “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:”
Tujuh puluh tahun masa pembuangan membuat hidup bangsa Yehuda dan Israel terpuruk. Di pembuangan,mereka tidak diperhitungkan sebagai warga negara. Ketika dipanggil pulang,hanya segelintir dari mereka yang merespons. Tuhan memulangkan mereka ke tanah perjanjian sebagai tindakan penyelamatan. Tuhan menggerakkan hati Raja Koresyagar mengizinkan mereka pulang.
Setelah mereka menetap,Tuhan masih berbicara kepada sisa-sisa orang Yehuda. Allah menyatakan mereka harus menguatkan hati. Tuhanlah yang mengerjakan semua kebaikan itu, sehingga mereka bisa pulang ke tanah perjanjian. Tuhan berjanji akan mengubah hidup mereka menjadi berkat.
Jika mereka melaksanakan hukum yang benar, mendatangkan damai di pintu-pintu gerbang, merancang kebaikan, mengucapkan kata-kata dengan benar, dan ibadah yang benar, mereka akan mengalami kepenuhan kebaikan Tuhan. Dengan melakukan semua itu, mereka akan mengalami sukacita dan kegirangan. Ibadah kepada Tuhan menjadi suatu kegairahan oleh karena pembebasan dan komitmen baru yang telah mereka perbuat.
Yehuda tetaplah umat Tuhan. Mereka adalah biji mata-Nya. Tuhan sangat mengasihi bangsa ini, sehingga selalu memberi kesempatan baru kepada mereka. Mereka harus serius melakukan firman Tuhan, dengan begitu mereka akan menjadi berkat bagi dunia.
Umat Kristen, menurut Petrus, adalah milik kepunyaan Allah dan imamat rajani. Oleh karena itu, kita harus memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Allah. Imamat rajani harus berperilaku yang patut dijadikan teladan oleh sesama, sehingga orang lain bisa mendapat berkat. Kesaksian hidup apa yang telah Anda tunjukkan kepada orang lain hari ini?
Doa: “Berkati kami Tuhan agar kami menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung