KUDUSLAH KAMU, SEBAB AKU KUDUS
1 Petrus 1:13-16
1 Petrus 1:16. “Sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.”
Meskipun banyak kemudahan yang bisa kita nikmati karena perkembangan teknologi, tetapi satu sisi kita juga hidup di zaman yang penuh tantangan. Apa yang dulu dianggap tabu, sekarang dipandang normal dan biasa, contohnya: seks bebas, LGBT, perselingkuhan, dll. Tidak dapat dipungkiri, bahwa dunia terus mendesak agar kita menjadi toleran terhadap hal-hal tersebut, atas nama kebebasan, hak asasi, bahkan kasih. Di sebuah tayangan TV yang saya tonton, ada sebuah kalimat yang mengganggu saya, “Cinta itu bukan sesuatu yang salah. Tidak mencintai itu baru dosa.” Sepertinya benar, tetapi kalimat itu diucapkan sahabat sang tokoh utama, ketika sang tokoh utama yang telah beristri jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Mengerikan, bukan?
Ini adalah kenyataan yang terjadi saat ini. Banyak nilai penting dan benar tetapi diselewengkan dan disesatkan. Pertanyaannya, bagaimana kita sebagai orang Kristen hidup menjadi garam dan terang di tengah dunia yang seperti ini? Bagaimana kita hidup dalam kekudusan di tengah dunia yang cemar ini? Apakah dengan cara menyepi, mengurung diri, bahkan kalau bisa hidup terisolasi dari dunia luar? Tentu tidak! Tuhan justru memerintahkan kita keluar dan memberitakan Injil Kebenaran kepada dunia.
Di dalam Matius 12:24, tertulis nama Beelzebul, yang adalah penghulu setan. Namun, yang menarik adalah, bahwa nama tersebut juga berarti Lord of Flies atau Dewa Lalat. Jika rumah kita didatangi banyak lalat, apa yang kita lakukan? Pilihannya adalah: membasmi lalat dengan pembasmi serangga, atau membersihkan rumah kita dari hal-hal yang bau dan kotor yang memancing lalat datang, atau keduanya. Banyak orang Kristen hanya memilih pilihan yang pertama. Kita berdoa memerangi kuasa-kuasa jahat agar kekudusan kita terjaga. Itu tidak salah. Tetapi jika rumah kita tetap kotor, maka lalat akan tetap datang lagi, dan sebaliknya jika rumah kita bersih, maka niscaya lalat pun enggan tinggal.
Karenanya, jangan lupa untuk juga melakukan pilihan yang kedua, yaitu senantiasa membersihkan hati dan pikiran kita dengan kebenaran firman Tuhan. Haleluya!
Doa: “Biarlah firman Tuhan yang senantiasa kami baca itu yang selalu menjaga hati, pikiran serta langkah kami agar kami senantiasa kudus seperti Engkau kudus. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung