Renungan Harian 03 April 2022

Renungan Harian 03 April 2022 - PEMBASUHAN KAKI – Yohanes 13:14-15. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka

Renungan Harian 03 April 2022

PEMBASUHAN KAKI Renungan Harian 03 April 2022

Yohanes 13:1-20

Yohanes 13:14-15. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. Renungan Harian 03 April 2022

Ada satu tindakan yang dilakukan Tuhan Yesus sehari sebelum Dia mengalami penderitaan salib yaitu pembasuhan kaki yang terabaikan oleh kebanyakan orang Kristen. Padahal peristiwa tertulis sebagai teladan Kristus dengan membasuh kaki para murid-Nya. Bahkan, Tuhan memberi ucapan bahagia kalau para murid-Nya melakukannya.

Seperti halnya dengan sakramen baptisan dan sakramen perjamuan kudus, pembasuhan kaki pun memperagakan karya Injil keselamatan Kristus. Rasul Paulus menggambarkan baptisan itu sebagai penghisaban dengan kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Sedangkan perjamuan kudus oleh Tuhan Yesus sendiri sebagai gambaran dari penderitaan dan kematian-Nya untuk pengampunan dosa. Demikian pula halnya dengan pembasuhan kaki, Tuhan mengatakan itu menggambarkan persekutuan dalam Kristus dalam karya keselamatan-Nya.

Peristiwa pembasuhan kaki saat itu selain sebagai penggambaran dari karya pengampunan dan penyucian dosa, juga menggambarkan kerendahan hati yang diperagakan Tuhan Yesus dan Ia mewajibkannya para murid untuk meneladaninya. Untuk perjamuan kudus, Tuhan Yesus hanya menyatakan agar para murid melakukannya sebagai peringatan akan Beliau. Sedangkan untuk pembasuhan kaki Beliau tegas menyatakan sebagai wajib untuk saling membasuh kaki.

Biasanya pembasuhan kaki dilaksanakan pada hari Kamis yang disebut sebagai Kamis Putih. Saat ini beberapa denominasi lain seperti Adven, Baptis bahkan Pentakosta menetapkan pembasuhan kaki ini dalam peraturan gerejanya. Walau kesemuanya tidak menetapkannya sebagai sakramen.

Mari kita hayati makna spiritual pra-Paskah saat kita mengingat karya agung Kristus di pekan Paskah ini.

Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, biarlah karya agung di pra-Paskah ini membuat aku mengasihi dan mengampuni. Amin.”

Bacaan Setahun: Ulangan 32-34; Lukas 4:1-14.

Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini  

[DISPLAY_ULTIMATE_SOCIAL_ICONS]

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …