Renungan Harian, 03 April 2019

BERKORBAN

1 Petrus 2:19-24

1 Petrus 2:24. “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”

Peristiwa pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib merupakan peristiwa sejarah yang benar-benar terjadi. Namun, mengapa Tuhan Yesus harus disalib hingga mati? Di balik kematian Tuhan Yesus ada kejahatan manusia. Meskipun Tuhan Yesus tidak memiliki kesalahan apa pun yang layak untuk dijatuhi hukuman mati di kayu salib.

Matius 26:3-4, menjelaskan bahwa kematian Tuhan Yesus direncanakan oleh imam-imam Yahudi. Matius 27:1-2 mencatat ada kesepakatan untuk membunuh Tuhan Yesus. Jadi Tuhan Yesus mati karena adanya unsur kebencian dalam diri para pemimpin Yahudi terhadap Tuhan Yesus.

Akan tetapi di  dalam Yesaya 53:6,10, ternyata peristiwa kematian Tuhan Yesus di kayu salib tidak bisa lepas dari rancangan Allah. Kematian Tuhan Yesus telah disampaikan Allah jauh hari sebelum peristiwa penyaliban Tuhan Yesus terjadi di Golgota. Kematian Tuhan Yesus sebagai korban penebus manusia dari dosa. Tradisi Perjanjian Lama kalau ada orang berbuat dosa harus ada korban dipersembahkan sebagai penebus salah.

Berkorban dan menjadi korban itu berbeda. Menjadi korban berarti kita pasif tidak bisa berbuat apa-apa dan akhirnya menerima hal itu. Berkorban itu dilakukan dengan penuh kesadaran, kerelaan dan merupakan satu pilihan. Itulah sebabnya sebelum disalibkan, Tuhan Yesus butuh waktu untuk bergumul dengan Allah di taman Getsemani. Setelah itu Tuhan Yesus dengan penuh kesadaran dan kerelaan menyerahkan diri untuk dihakimi dan disalibkan, agar rencana Allah untuk penebusan manusia tergenapi melalui diri-Nya.

Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, terima kasih untuk pengorbanan-Mu. Aku percaya pada pengorbanan-Mu dan aku mau hidup bagi kemuliaan-Mu. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …