ANAK YANG SAH
Kisah Para Rasul 16:1-3
1 Timotius 1:2. “Kepada Timotius, anakku yang sah di dalam iman: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.”
Timotius dan seisi rumahnya dikenal sebagai orang percaya yang berkarakter, memiliki kehidupan yang baik, dan takut akan Tuhan. Paulus memuridkan Timotius dan menyebut Timotius, “anak yang sah dalam iman.” Dalam hal memuridkan, Paulus mendidik dan mendisiplin Timotius, tidak menjadikannya sebagai anak buah, tetapi sangat menghargai Timotius dan mengajarkan banyak hal, bahkan mengajaknya untuk masuk ke dalam kehidupan Paulus. Ia mengimpartasikan iman yang dimilikinya kepada Timotius dan ke mana pun ia pergi, Timotius menyertainya sampai Timotius siap untuk memimpin jemaat (1 Tim. 1:18).
Ada beberapa hal yang menunjukkan kasih sayang Paulus kepada Timotius sebagai anaknya yang sah dalam iman. Hal pertama, Paulus mengetahui segala sesuatu yang sedang dihadapi Timotius, bukan hanya hal-hal rohani (1 Timotius 4:12) melainkan juga hal-hal jasmani (1 Tim. 5:23). Kedua, saat mengetahui kesalahan-kesalahan yang dibuat Timotius dalam pelayanannya, Paulus tidak menghakimi, tetapi ia menasehati dan memberi kekuatan kepada Timotius. Ketiga, kehidupan Paulus sangat erat dengan Timotius. Ketika jarak memisahkan mereka, Paulus tetap memerhatikan Timotius, ke mana pun Timotius hendak pergi ke suatu tempat, Paulus selalu mengirimkan surat kepada jemaat tujuan agar memperlakukan Timotius seperti dirinya sendiri (1 Korintus 16:10).
Pemuridan adalah bentuk pendisiplinan, karenanya mari bersikap rendah hati seperti Timotius untuk mau dimuridkan. Pemuridan yang dialami tidak akan membuat kita berada di zona nyaman, tetapi membawa kita naik ke tahap yang lebih tinggi. Seperti Paulus, memuridkan adalah hal yang wajib dilakukan untuk setiap murid Kristus: mengimpartasikan iman, membawa anak rohani ke dalam kehidupan Kristus yang berada di dalam kehidupan kita, memperlakukannya sama seperti pengorbanan Kristus bagi kita.
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau merendahkan diri kami untuk dimuridkan, agar rencana-Mu tergenapi bagi hidup kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung