Yesaya 47:13-15
Yesaya 47:13. “Engkau telah payah karena banyaknya nasihat! Biarlah tampil dan menyelamatkan engkau orang-orang yang meneliti segala penjuru langit, yang menilik bintang-bintang dan yang pada setiap bulan baru memberitahukan apa yang akan terjadi atasmu!”
Ramalan zodiak dari zaman dulu terus berkembang, dan saat ini untuk mendapatkannya pun sangat mudah. Tidak saja di surat kabar atau majalah yang dimuat sebulan sekali, kita juga mudah mendapatkannya melalui gadget. Di dalamnya kita bisa mendapatkan informasi tentang kehidupan kita, apa yang akan terjadi dengan karier, jodoh, dll. Nasehat-nasehat tentang hal-hal yang harus kita lakukan dan hindari. Keberuntungan yang akan didapatkan atau kesialan yang akan dialami tanpa bisa kita hindari.
Sebagai orang kristen, kita dilarang untuk mempercayai lamaran. Namun beberapa orang kristen berdalih dengan alasan hanya sekedar membacanya. Apa kata Alkitab tentang zodiak? Kitab Yesaya mencatat dengan jelas tentang ramalan zodiak ini. Ada banyak nasehat dari para peramal agar kita melakukan ini dan itu. Misalnya minggu ini harus berpakaian warna biru, duduk harus menghadap arah tertentu. Tapi dalam kitab Yesaya, Allah menantang para peramal yang meneliti langit dan menilik bintang-bintang untuk tampil dan menyelamatkan orang-orang yang mempercayainya. Para peramal yang pada setiap bulan baru memberitahukan ramalannya. Apakah para peramal ini sanggup menyelamatkan? Dengan jelas Alkitab menyatakan, bahwa para peramal ini nasibnya sebagai jerami yang dibakar api. Demikian juga faedah ramalannya seperti jerami terbakar dan menjadi sia-sia tak berguna. Para peramal ini tidak bisa menyelamatkan orang-orang yang mempercayainya. Bahkan hidup mereka sendiri menjadi sia-sia.
Betapa sia-sia hidup ini bila memandang pada ramalan zodiak. Jika hidup kita bergantung padanya, maka kita tidak bergantung pada Allah yang hidup. Hal itu sama saja dengan penyembahan berhala. Tidak perlu kita mempertanyakan lagi apakah ramalan zodiak itu benar atau tidak. Itu berasal dari setan yang menyesatkan.Sehingga orang tidak lagi berharap dan berdoa pada Allah yang hidup, namun menjadi malas karena merasa hidupnya sudah ditentukan ramalan.
Apakah kita masih mempercayai ramalan yang sia-sia, yang menuju kebinasaan. Dengan membacanya berarti kita mempercayainya, lebih baik membaca Alkitab yang dipenuhi janji-janji Allah tentang kehidupan.
Doa: “Kami hanya mau membaca firman-Mu yang menyelamatkan dan berkuasa mengubahkan hidup kami, ya Tuhan. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
