BUAH JATUH
Kisah Para Rasul 16:1-5
2 Timotius 1:5, ”Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.”
Tidak dapat dipungkiri, bahwa orang tua membawa pengaruh terbesar dalam kehidupan anak-anaknya. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, adalah peribahasa yang menggambarkan pengaruh tersebut. Saya memiliki dua orang anak, dan kadang kami sebagai orang tua tertawa ketika melihat anak-anak kami berperilaku seperti kami, bahkan berwajah mirip dengan kami. Tentu yang kami tertawakan adalah sikap dan perilaku yang lucu atau baik, tetapi ketika mereka meniru hal yang buruk dari kami, maka kami merasa sangat sedih.
Timotius lahir dari keluarga yang hidup dalam firman Tuhan. Alkitab mencatat bahwa ibunya Eunike adalah seorang Yahudi. Ibunya menanamkan benih yang kekal dalam hidup Timotius sesuai dengan ajaran dan tradisi Yahudi. Selain itu, neneknya yang bernama Lois, juga ikut membangun jati dirinya menjadi orang yang teguh dalam iman. Sejak berusia 15 tahun, Timotius dipakai sebagai alat Tuhan sampai akhir hidupnya.
Bandingkan dengan kehidupan Ahazia, ia dicatat Alkitab sebagai seorang yang melakukan apa yang jahat di mata TUHAN sama seperti keluarga Ahab, karena ibunya menasihatinya untuk melakukan apa yang jahat (2 Tawarikh 22:3-4) dan neneknya adalah Izebel, seorang wanita yang melakukan banyak kejahatan. Akhir hidupnya, Ahazia hancur dan terbunuh.
Pengaruh apa yang ingin kita taruhkan di dalam kehidupan anak-anak kita? Firman Tuhan atau hal-hal jahat? Keputusan ada di tangan Anda dan saya.
Doa: “Tuhan Yesus, jadikan kami orangtua yang mendidik anak-anak kami dalam terang firman-Mu dan menjadi teladan untuk hidup takut akan Engkau. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung