PELAJARAN DARI KISAH ESTER
Ester 4:1-17
Ester 4:13. “Maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: “Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi.”
Kitab Ester merupakan sebuah kisah luar biasa yang memberikan kita pengertian mengenai rencana Allah dalam kehidupan kita. Seperti yang dinyatakan dalam Alkitab, Ester adalah seorang wanita Yahudi yang hidup di Persia. Seorang wanita yang sangat cantik yang mungkin setara kecantikannya dengan Miss Universe saat ini. Ada 3 pelajaran penting dari Ester yang dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
1.Kita diberikan momentum Ilahi untuk memutarbalikkan keadaan.
Sebagai orang percaya, tidak ada yang namanya kebetulan. Waktu Allah sangat tepat. Momentum Ilahi Ester datang ketika ia menerima tanggung jawab untuk berjumpa dengan Raja. Mordekhai mengatakan hal yang tepat, bahwa Ester mungkin saja menjadi seseorang yang menyelamatkan bangsanya. Ester mendengarkan nasehat pamannya. Ia mengambil kesempatan itu, dan mengubahkan nasib sebuah bangsa. Allah akan memakai Anda jika Anda siap. Namun jika Anda berkilah, Ia akan mencari orang lain
- Berdiri dengan penuh keberanian.
Ester berkata dengan berani dalam Ester 4:16 “…Kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.” Sebuah pernyataan yang penuh keberanian! Keluar dari mulut seorang wanita cantik yang mungkin dianggap lemah. Situasi apa pun yang Anda hadapi saat ini, hadapilah dengan penuh tekad dan berdiri dengan penuh keberanian.
3.Doa dan puasa membawa terobosan dan pengharapan akan pembebasan.
Respon Ilahi dibutuhkan untuk situasi-situasi genting. Ketika kita membutuhkan kasih karunia Allah untuk membalikkan keadaan, doa dan puasa membukakan pintu-pintu sorga untuk pertumbuhan roh, mengenyahkan gangguan-gangguan dan membuat kita rendah hati.
Doa: “Tuhan Yesus, kami rindu dipakai oleh-Mu untuk menjadi alat Tuhan yang menyelamatkan banyak orang dan memiliki hidup yang berdampak. Beri kami keberanian, hikmat dan hati yang taat. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung