MENJADI MURID KRISTUS
Matius 16:24-28
Matius 16:24. “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”
Secara umum murid berarti orang yang mau belajar dan menimba berbagai ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas dirinya. Dalam pengertian Alkitab, murid tidak hanya berarti orang yang belajar, tapi juga menjadi pengikut yang mengabdikan diri pada gurunya. Dalam Perjanjian Lama kita dapat melihat contoh pemuridan, seperti: Yosua menjadi pengikut dan penerus Musa, Elisa menjadi pengikut dan penerus Elia, dan lain sebagainya. Sedangkan dalam Perjanjian Baru: Yohanes dengan murid-muridnya, Yesus Kristus dengan ke-12 murid-Nya, serta Paulus dengan Timotius, Titus, dan lain sebagainya. Dengan demikian pengertian murid Kristus adalah orang-orang percaya yang mau belajar tentang segala ajaran Kristus dan mengabdikan dirinya hidup mengikuti Kristus.
Ada 3 langkah untuk menjadi murid Kristus (Matius 16:24), yaitu:
- Menyangkal Diri, adalah tidak menempatkan diri sebagai pusat hidupnya, tapi menempatkan Kristus sebagai pusat dan tujuan hidupnya. Orang yang menyangkal diri memahami hidup sebagai kasih karunia Kristus yang patut disyukuri dan dijalani dengan penuh tanggung jawab di hadapan-Nya.
- Memikul Salib. Setiap orang pada dasarnya memiliki salibnya masing-masing, yang harus dipikul dengan sabar dan taat kepada Kristus. Dalam memikul salib sebenarnya kita tidak perlu menggembar-gemborkan kesulitan yang kita alami, tetapi justru kita perlu belajar tetap bersukacita dalam Kristus (1 Petrus 4:12-14).
- Mengikut Kristus, artinya setia dan taat melaksanakan segala firman-Nya. Bila kita mau mengikut Kristus, kita perlu taat melaksanakan ajaran Kristus dan menyaksikan kebenaran Kristus kepada sesama melalui setiap perkataan, sikap dan perbuatan kita sehari-hari.
Doa: “Ya Yesus Kristus Tuhanku, Aku mau menjadi pengikut-Mu. Ajarlah aku melakukan kebenaran firman-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung