
KEGELISAHAN HATI
Yohanes 13:36-14:31
Yohanes 14:1. “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
Kita pasti pernah mengalami kegelisahan hati. Mungkin karena sakit serius, mendengarkan kabar yang kurang menyenangkan, bisa juga saat hutang jatuh tempo, tetapi kita belum memiliki dana yang cukup untuk membayarnya dan masih banyak lagi kegelisahan yang membuat hidup kita tidak tenang, tidak bisa tidur nyenyak, hilangnya nafsu makan, hidup menjadi tidak nyaman.
Kegelisahan juga dialami oleh para murid Tuhan Yesus. Ketika Tuhan Yesus pamit kepada mereka akan pergi ke suatu tempat di mana mereka tidak bisa ikut pergi bersama dengan Dia. Ketika Tuhan Yesus berkata akan pergi ke Yerusalem menderita sengsara, mati tersalib. Ketika Tuhan Yesus berkata salah satu dari kalian adalah pengkhianat. Ucapan-ucapan Tuhan Yesus ini menggelisahkan hati para murid.
Lalu apa yang Tuhan Yesus lakukan untuk mengatasi situasi ini? Dalam bacaan kita hari ini, Tuhan Yesus menyatakan, bahwa kita sedang berjalan menuju ke sorga. Dunia ini bukan rumah kita yang sebenarnya. Tuhan Yesus pergi mendahului kita untuk menyiapkan rumah bagi kita di sorga. Kita sekarang mengenal dengan jelas pribadi Allah Bapa melalui Tuhan Yesus Kristus. Jika kita mengenal Allah dengan benar, maka kegelisahan di hati kita akan lenyap sebab kita tahu cara bagaimana kita mengatasinya. Kita memiliki hak untuk berdoa kepada Allah Bapa kita. Berdoa adalah solusi terbaik untuk mengatasi kegelisahan hati. Kita memiliki Roh Kudus yang memimpin hidup kita. Kita akan menikmati damai sejahtera yang tidak diberikan oleh dunia ini. Damai sejahtera akan mengalahkan kegelisahan hati kita.
Pastikan, bahwa hidup kita sudah berada bersama Tuhan Yesus saat ini agar semua perkataan dan jaminan yang Tuhan Yesus katakan kita alami secara nyata dalam kehidupan kita.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus. Terima kasih untuk penyertaan dan janji-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Yakobus 1:9-11; 1 Tesalonika 3:1-7; Yeremia 34; 2 Tawarikh 28-29
GBI Pasir Koja 39 Bandung