Renungan Harian, 02 Oktober 2018

KETAATAN

Kisah Para Rasul 5:26-42

Kisah Para Rasul 5:41. “Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.”

Dalam KBBI, kata “taat” dimaknai sebagai kepatuhan, kesetiaan, dan kesalehan. Memang harus diakui, bahwa untuk mencapai suatu tujuan, seseorang membutuhkan ketaatan. Mulai dari keluarga, masyarakat sampai negara membutuhkan kesetiaan dari semua orang yang terlibat di dalamnya agar tujuan dapat diraih.

Kita dipanggil oleh Kristus untuk menjadi saksi-Nya di dunia. Untuk menjadi saksi Kristus yang baik dibutuhkan komitmen dan ketaatan terhadap perintah Allah. Istilah “taat” dalam perikop ini berkaitan dengan berpegang pada kebenaran Allah. Saat para rasul ditangkap dan diadili, mereka memiliki patokan hidup yang jelas, yaitu berdiri teguh pada kebenaran Allah. Hal itulah yang membuat mereka memilih untuk menaati Allah daripada manusia. Di sini kita dapat melihat ketaatan kepada Allah telah menjadi komitmen para rasul. Walau nyawa mereka menjadi taruhannya, mereka tidak merasa takut.

Dalam ketaatan para rasul, Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang dikasihi-Nya. Allah memakai Gamaliel membujuk anggota Mahkamah Agama, dan dalam argumennya, Gamaliel menjelaskan bahwa suatu gerakan yang berasal dari manusia cepat atau lambat akan lenyap. Namun, jika apa yang dilakukan para rasul Yesus berasal dari Allah, maka siapa pun tidak mampu mematikan api pergerakan itu.

Sering kali dalam melaksanakan tugas pemberitaan Injil, kita meragukan penyertaan Allah, apalagi ketika berhadapan dengan ancaman. Mungkin saja kita memilih taat kepada manusia dengan cara bungkam sebagai bentuk kompromi. Satu hal yang perlu diketahui dan diingat adalah orang yang taat dan setia akan memperoleh keselamatan hidup, tetapi orang yang cari aman dan berkhianat akan binasa.

Doa: “Tuhan Yesus, ampuni kami bila kami menjadi penakut. Kami percaya Roh Kudus yang menolong kami menyatakan Injil-Mu. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …