
KETAATAN YANG BERBUAH
Matius 1:18-25
Matius 1:23. “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita.”
Kisah kelahiran Yesus berbeda dengan kisah-kisah kelahiran penuh mukjizat yang kerap kita temui di dalam mitologi Yunani – Romawi.
Matius dan Lukas sama-sama sepakat tentang penyebab kehamilan Maria. Dalam catatan Matius, Yusuf bermimpi tidak lama setelah mengetahui kehamilan Maria. Dalam mimpi ini, seorang malaikat memberitahukan kepadanya bahwa kehamilan itu terjadi karena “Roh Kudus” dan bahwa ia harus tetap menikahi Maria. Ia pun harus menamai anak itu dengan nama Yesus. Melalui tindakan tersebut, yaitu menikahi si wanita yang sedang mengandung seorang anak yang bukan anaknya, dan melalui tindakan pemberian nama yang dilakukannya secara legal, Yusuf pada dasarnya sedang “mengadopsi” Yesus sebagai anaknya yang sah. Frasa “dari Roh Kudus” menyiratkan makna, bahwa kehamilan tersebut terjadi karena perantaraan Roh Allah, namun frasa ini sekaligus tidak memberikan pernyataan tegas bahwa Allah menjadi ayah Yesus.
Tidak mudah bagi seorang pria menerima dengan begitu saja seorang wanita/kekasihnya yang sudah mengandung sebelum mereka menikah. Tapi karena Yusuf taat akan perintah Allah, maka dia bisa menerimanya, bahkan anak ini bukan anak sembarangan, tapi kelak menjadi Anak Allah yang Maha Tinggi. Andai Yusuf tidak taat, mungkin akan berbeda ceritanya, mungkin saja kita tidak menerima anugerah Allah melalui Yesus, anak-Nya itu.
Mari belajar taat kepada semua perintah Allah, supaya firman Allah tergenapi dalam hidup kita.
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau taat akan setiap firman-Mu, agar semua rencana-Mu tergenapi dalam hidup kami. Amin.”
Bacaan Setahun: Wahyu 1:9-20; Ibrani 4:14-5:5; Yehezkiel 31; Mikha 6
GBI Pasir Koja 39 Bandung