ABIDE WITH ME
Lukas 24:13-35
Lukas 24:29b. “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir tenggelam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.”
Lagu Abide With Me atau Tinggal Sertaku adalah lagu yang memiliki arti khusus bagi saya. Lagu ini menjadi rhema bagi saya saat berjalan melewati lembah kekelaman kehidupan saya tahun lalu, khususnya di bagian lirik ini, “Lain pertolongan tiada kutemu. Maha Penolong tinggal sertaku.” Lagu ini juga adalah salah satu lagu favorite Mahatma Gandhi.
Lagu ini ditulis liriknya oleh Henry Francis Lyte pada tahun 1847, karena ia menderita penyakit TBC. Jika ditelusuri, liriknya menggambarkan pengalaman harinya yang akan berakhir. Ia menyelesaikan lirik lagu ini pada hari Minggu terakhir pelayanan yang sudah dijalani selama bertahun-tahun, 3 minggu sebelum ia meninggal dunia. Kita dapat merasakan perasaan sang penulis yang sudah berada di ujung sore hidupnya, namun ia meninggal dunia dengan tenang karena Ia tahu siapa yang dia percayai. Kristus Juruselamatnya yang adalah Penolong sejatinya.
Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memiliki keyakinan akan keselamatan? Jika saat ini Anda dipanggil Tuhan, sudah siapkah Anda? Jika belum, maka datanglah kepada Kristus. Akuilah Dia sebagai satu-satunya Tuhan dan penguasa hidup Anda dan serahkan hidup Anda sepenuhnya ke dalam tangan-Nya. Terima Ia sebagai Juruselamat agar Anda memiliki jaminan keselamatan kekal .
Atau Anda sudah lahir baru, tetapi Anda sedang berada di lembah kelam. Hidup Anda sedang penuh dengan air mata dan kepedihan. Masa depan seolah kelam. Datanglah kepada Sang Penolong. Ia Allah Imanuel, Allah yang menyertai kita. Percayalah, bahwa apa pun yang terjadi, jika Anda terus berjalan bersama-Nya, maka Ia pasti akan menuntun Anda ke padang rumput yang hijau. Segala hal boleh terjadi, tetapi yang tidak boleh hilang dari kita adalah iman dan pengharapan kita di dalam-Nya.
Doa: “Tuhan Yesus, Engkaulah Juruselamatku, yang telah mati dan bangkit kembali. Allah yang hidup yang tinggal di dalamku dan menyertaiku senantiasa. Hidupku milik-Mu dan aku tenang. Haleluya!”
GBI Pasir Koja 39 Bandung