Renungan Harian 02 Agustus 2022

Renungan Harian 02 Agustus 2022 - KEPEDULIAN - Nehemia mempunyai kedudukan yang enak dan terpandang dalam Kerajaan Persia. Kemudian ia

Renungan Harian 02 Agustus 2022

KEPEDULIAN Renungan Harian 02 Agustus 2022

 

 

 

Nehemia 1:1-11

Nehemia 1:4. Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit… Renungan Harian 02 Agustus 2022

Nehemia mempunyai kedudukan yang enak dan terpandang dalam Kerajaan Persia. Kemudian ia mendengar, bahwa tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar (ay. 3).

Ketika ia mendengar tentang kabar dan situasi serta kondisi Yerusalem, ia menangis, berkabung, berpuasa, dan berdoa. Reaksi Nehemia ini memperlihatkan kepeduliannya yang mendalam terhadap keadaan negara dan bangsanya.

Nehemia sadar kepada siapa ia berdoa, yaitu kepada Allah semesta langit, Allah yang dahsyat (ay. 5). Pengenalannya akan Allah membuat dia berpengharapan penuh kepada-Nya.

Kemudian Nehemia mengakui segala dosa yang telah dilakukan bangsanya, bukan hanya itu tetapi ia juga mengakui dosanya sendiri dan keluarganya (ay. 6). Dia meminta belas kasihan Allah karena sebenarnya bangsa Israel itu tidak layak diampuni, mereka telah melanggar perintah-perintah Allah. Ia ingat, bahwa Allah telah memilih Yerusalem sebagai tempat di mana nama-Nya akan diam. Ini berarti, bahwa kemuliaan Allah berhubungan erat dengan kondisi kota.

Kepedulian Nehemia untuk melakukan karya besar bagi umat Allah, dimulai dengan lutut untuk berdoa. Seharusnya pelayanan kita untuk membangun iman jiwa-jiwa yang belum diselamatkan diawali dengan doa.

Seberapa pedulikah kita kepada keadaan bangsa dan negara kita ini?

Lakukanlah yang terbaik bagi bangsa dan gereja di Indonesia, dengan tetap mengutamakan prinsip-prinsip spiritualitas kekristenan kita.

Doa: “Tuhan Yesus, kami berdoa bagi bangsa kami, biarlah kemuliaan-Mu turun atas Indonesia. Amin.”

Bacaan Setahun: Ayub 22-24; Kisah Para Rasul 21:1-14

Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini  

Kemudian Nehemia mengakui segala dosa yang telah dilakukan bangsanya, bukan hanya itu tetapi ia juga mengakui dosanya sendiri dan keluarganya (ay. 6). Dia meminta belas kasihan Allah karena sebenarnya bangsa Israel itu tidak layak diampuni, mereka telah melanggar perintah-perintah Allah. Ia ingat, bahwa Allah telah memilih Yerusalem sebagai tempat di mana nama-Nya akan diam. Ini berarti, bahwa kemuliaan Allah berhubungan erat dengan kondisi kota.

Ada

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …