
MERDEKA UNTUK MELAYANI DALAM KASIH
Galatia 5:1-21
Galatia 5:13b. “…Janganlah mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan berbuat dosa…”
Dalam memperoleh kemerdekaan bangsa Indonesia melalui perjuangan. Banyak pahlawan-pahlawan bangsa yang gugur guna merebut kemerdekaan, karena hidup dalam penjajahan tidaklah enak, karena semua serba dibatasi dan diawasi. Indonesia mendapatkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Lalu apa yang dilakukan bangsa Indonesia setelah mendapatkan kemerdekaan? Tentu mengisinya dengan pembangunan.
Dalam sebuah lagu terdapat syair “Bagai rajawali, aku terbang tinggi bersama-Mu Tuhan.” Petikan syair lagu tersebut mengingatkan akan kemerdekaan kita seperti layaknya burung rajawali. Kemerdekaan adalah dambaan setiap orang, termasuk orang Kristen. Tetapi tidak sedikit orang yang menyalahgunakan kemerdekaan, sehingga secara tidak langsung dirinya sudah jatuh lagi dalam perhambaan. Di pihak lain ada orang yang hanya menikmati kemerdekaan lahir saja atau mungkin kemerdekaan secara politis saja. Padahal mestinya kemerdekaan yang kita cari adalah kemerdekaan secara utuh.
Dalam Galatia 5:1 dikatakan, “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”
Di dalam Kristus kita menerima kemerdekaan secara utuh, lahir batin dan dalam segala segi kehidupan. Karenanya, jangan kita menyalahgunakan kemerdekaan pemberian-Nya untuk hidup dalam dosa, tetapi pakailah untuk saling melayani dalam kasih. Menyalahgunakan kemerdekaan di sini artinya hidup dalam daging, atau bebas sebebasnya (bebas tak terbatas).
Bagaimana dengan kehidupan kita? Bagaimana kita mempergunakan kemerdekaan-kemerdekaan anugerah-Nya itu? Kemerdekaan itu harus kita pakai untuk melayani satu dengan yang lain.
Doa: “Tuhan Yesus, ajar kami untuk mempergunakan kemerdekaan rohani yang Engkau berikan untuk melayani sesama. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 8:12-20; II Korintus 12:11-21; Yesaya 43:22-44:20; I Raja-raja 2.
GBI Pasir Koja 39 Bandung