LEA
Kejadian 29:30-35
Kejadian 29:30. “Yakub menghampiri Rahel juga, malah ia lebih cinta kepada Rahel dari pada kepada Lea. Demikianlah ia bekerja pula pada Laban tujuh tahun lagi.”
Salah satu sumber kebahagiaan dan rasa berharga seorang wanita adalah dikasihi. Demikian pula halnya dengan Lea, yang mengalami pergumulan hidup luar biasa karena Alkitab mencatat, bahwa dia tidak dikasihi oleh suaminya (Kejadian 29:30). Namun meskipun Lea tidak mendapatkan kasih suaminya, dia diberkati oleh Allah dengan suatu cara yang khusus. Allah memang tidak pernah menutup satu pintu tanpa membukakan pintu lainnya. Bagi Lea, pintu yang terbuka itu ialah menjadi seorang ibu. Kejadian 29:31 menuliskan, “Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul.”
Rasa tidak dikasihi memang adalah sebuah penderitaan bagi jiwa kita, khususnya para wanita. Tetapi bagi Lea, kepedihan membawanya terus belajar mendekat dengan Allah. Lea belajar membawa setiap kepedihan yang ia alami kepada Allah. Lea yang terus berjuang dengan rasa tidak dikasihi, belajar untuk terus memiliki hubungan yang dekat dengan Allah, terus mempercayai Allah dan kedaulatan-Nya. Kepedihan di dalam kehidupan Lea dipakai Allah sebagai alat membentuk kepekaan, kematangan dan kedewasaannya sebagai seorang wanita.
Di akhir hidupnya, Lea dikuburkan di Gua Makhpela, sebuah tempat peristirahatan terakhir di mana suaminya juga dikuburkan. Sebuah pertanyaan muncul, “Mungkinkah di akhir hidupnya, Yakub akhirnya sadar akan cinta Lea yang sangat besar akan dirinya, akan pendampingan dan dukungannya sepanjang pernikahan mereka, dan atas anak-anak yang dilahirkannya bagi Yakub, sehingga ia memilih dikuburkan dengan istri yang semasa hidupnya terus menerus tersia-sia?”
Jawaban dari pertanyaan tersebut mungkin sulit untuk dijawab dan hanya berupa spekulasi. Namun, kita masih dapat belajar dari keteguhan Lea dalam mengasihi dan mencintai suaminya seumur hidupnya. Kasihilah teman hidup kita dan jangan pernah menyia-nyiakan kasih sayang pasangan hidup kita.
Doa: “Allah yang Maha Kasih, ajar kami untuk terus mendekat kepada-Mu dan limpahi kami dengan kasih-Mu, agar kami mampu mengasihi pasangan kami apa pun keadaannya. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung