Renungan Harian (01 Maret 2018)

KESEMPATAN KEDUA

1 Samuel 3:1-21

1 Samuel 3:8. “Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Ia pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu.

Pernahkah Anda mengalami kegagalan rohani yang begitu parah? Yang membuat Anda begitu terpuruk, merasa Tuhan tidak mungkin memulihkan Anda lagi? Yang membuat Anda tidak memiliki alasan untuk kembali berjalan bersama-Nya? Kisah imam Eli bisa jadi memberikan pencerahan.

Imam Eli seorang hamba Tuhan yang gagal sebagai ayah. Ia tidak mendidik anaknya dengan baik sehingga mereka lepas kendali. Ia gagal memberi teladan kepada anak-anaknya. Kedua anaknya, Hofni dan Pinehas, berbuat jahat di bait suci: meremehkan korban bagi Tuhan dan meniduri perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan. Kebejatan mereka akhirnya mendatangkan penghukuman yang setimpal.

Akan tetapi, ganjilnya, Tuhan membiarkan Samuel muda berada dalam pengawasan Eli. Pada hari ketika Tuhan berbicara untuk pertama kalinya kepada Samuel, Tuhan memakai Eli untuk memberikan penjelasan kepada Samuel yang berpengalaman. Samuel menurutinya, dan ia pun merespon panggilan Tuhan.

Alkitab hanya mencatat satu kejadian itu, tetapi tampaknya bisa diperkirakan, Eli terus membimbing Samuel sampai Samuel dewasa. Tampaknya, Tuhan memberi kesempatan kedua bagi Eli. Meskipun ia gagal membimbing anaknya sendiri, dicap sebagai ayah yang gagal, ia dipercaya untuk membimbing Samuel menjadi nabi bagi Israel.

Manusia bisa saja gagal. Namun, Allah dapat memberikan kesempatan baru, membuka jalan bagi kita untuk beranjak dari kegagalan itu dan memperbaiki diri. Tuhan adalah Pribadi yang acap memberi kesempatan kedua kepada kita. Dengan memahami kemurahan hati Allah ini, kiranya kita tidak terus terpuruk dalam kegagalan. Yang perlu dilakukan adalah memahami kegagalan bukan sebagai kesempatan menghakimi diri sendiri, tetapi menjadikannya kesempatan untuk mencoba dengan cara yang lebih baik lagi. (NK).

Doa: “Terima kasih Tuhan Yesus, karena kasih-Mu dan melalui pengampunan oleh kuasa darah-Mu, kami diberi kesempatan sekali lagi untuk hidup di dalam kebenaran-Mu. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …