KELUARGA ILAHI
Kejadian 1:26-31
Kejadian 1:28. “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Pernikahan Kristen menjadi cikal bakal keluarga yang menghasilkan keturunan Ilahi. Sungguh diberkati dua orang percaya yang dipersatukan Tuhan di dalam ikatan pernikahan. Seperti halnya dengan keluarga Adam dan Hawa dulu, Allah pun punya kepentingan dalam keluarga yang kita bangun saat ini. Kalau tidak demikian, tentulah janji pernikahan itu tidak perlu dibuat di hadapan-Nya.
Sesungguhnya keluarga Kristen adalah senjata Allah di dunia (Kejadian 1:28). Allah hendak memakai keluarga untuk menegakkan kerajaan-Nya di muka bumi. Kata “berkuasa” dan “taklukkan” menunjukkan otoritas yang dinyatakan atas sesuatu. Otoritas siapakah yang berlaku di sini? Tentu otoritas Allah, Pencipta alam semesta. Di bawah otoritas Allah ada kasih, kebenaran, keadilan, damai, sukacita, dan semua yang ada di sorga. Kerinduan Allah adalah supaya semua hal itu dinikmati oleh anak-anak-Nya di dalam keluarga. Dengan kata lain, sorga dinyatakan di bumi lewat keluarga-keluarga yang takut akan Allah.
Dalam pimpinan-Nya seorang suami akan mengasihi istri dan anak-anaknya seperti dia mengasihi dirinya sendiri. Seorang istri akan menghormati dan tunduk pada suaminya. Ayah dan ibu akan mengasihi anak-anak mereka, bukan sebagai hak milik mereka sendiri tetapi harta titipan Allah yang harus dijaga dan dipelihara dengan baik. Anak-anak akan melihat dan mengenal kasih Allah lewat orang tua.
Keluarga yang demikian sungguh akan menjadi kesaksian yang hebat bagi dunia. Sudahkah keluarga Anda menjadi kesaksian yang hebat bagi dunia?
Doa: “Tuhan Yesus, terima kasih untuk keluarga yang Engkau anugerahkan bagiku. Biarlah melalui keluargaku, nama-Mu dipermuliakan di bumi. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung