
ALLAH PEMBEBAS
Keluaran 20:1-5
Keluaran 20:2. “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.”
Pada tahun 73-71 SM terjadi pemberontakan para budak melawan Republik Romawi dipimpin oleh Spartacus seorang gladiator. Sayangnya pemberontakan itu gagal.
Seperti kita ketahui perbudakan itu tidak menyenangkan, penuh penderitaan dan membuat manusia kehilangan harkat martabatnya. Andai pemberontakan yang dipimpin Spartacus itu berhasil, maka para budak itu akan mengagung-agungkan Spartacus. Mereka mengucapkan terima kasih kepada Spartacus yang memimpin dan membebaskan mereka.
Bangsa Israel pernah mengalami perbudakan di negeri Mesir. Perbudakan yang membuat mereka berseru kepada Allah untuk dibebaskan. Melalui Musa dan Harun, Allah membawa umat Israel kepada kebebasan. Berbeda dengan pemberontakan budak di zaman Romawi. Tokoh pembebasan Israel bukan manusia, bukan Musa dan bukan Harun tetapi Allah sendiri. Dengan kata lain Allah memperkenalkan dirinya sebagai Allah pembebas. Kalau sebelumnya Allah memperkenalkan diri sebagai Allah Abraham, Ishak dan Yakub, saat ini Allah memperkenalkan diri sebagai Allah pembebas.
Apa maksud Allah memperkenalkan dirinya? Tidak lain agar setiap orang yang telah dibebaskan-Nya menjadi orang yang mau taat menyembah kepada-Nya. Mungkin saat ini kita bertanya, saya bukan budak, apa artinya firman ini bagi saya? Kita memang tidak diperbudak secara fisik tetapi perbudakan dosa jauh lebih berbahaya. Manusia yang diperbudak oleh dosa tidak akan memiliki harkat dan martabat. Seorang yang diperbudak dosa akan mengikuti hawa nafsunya. Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai sang pembebas melalui Yesus Kristus. Allah sendiri telah menebus kita dari perbudakan dosa. Kita telah dibebaskan sehingga tidak lagi diikat oleh hawa nafsu karena Allah sudah menyelamatkan kita. Marilah kita mengucap syukur dan setia kepada Allah.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus. Terima kasih untuk pembebasan di dalam Yesus Kristus. Aku bersyukur kepada-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 1:1-9; I Korintus 15:1-11; Yesaya 7; I Samuel 1-2
GBI Pasir Koja 39 Bandung