UKIRAN YANG INDAH
Kolose 3:5-10
Karakter berasal dari bahasa Yunani: Charazo, yang berarti ukiran dengan tongkat. Ukiran selalu menyatu dengan benda di mana ukiran itu dibuat, dia bukan tempelan atau ornamen tambahan, melainkan bagian yang tak terpisahkan. Ukiran berfungsi untuk memberikan keindahan dan keunikan, biasanya mahal harganya.
Karakter merupakan hasil akumulasi dari kebiasaan hidup sehari-hari. Tiap kali kita mengulang suatu perbuatan, entah itu baik entah itu buruk, seumpama menancapkan pisau pahat dalam relung hati kita, yang meninggalkan ukiran yang lebih dalam dari sebelumnya. Semakin sering kita melakukannya semakin jelas karakter yang terbentuk.
Lahir baru merupakan titik awal yang baru bagi pembaharuan karakter seorang Kristen. Dengan dilahirkan kembali, kita berhak menerima pertolongan Roh Kudus untuk pembaruan karakter kita. Tanpa-Nya tidak mungkin manusia dapat berubah dari dalam ke luar (inside out). Tanpa kelahiran kembali kita akan gagal untuk menyenangkan Allah. Kehendak Allah adalah agar kita berubah oleh pembaharuan budi kita (Roma 12:2).
Kehadiran Roh Kudus memungkinkan kita memiliki ukiran yang indah di dalam hati. Tentu saja diperlukan usaha dan kerja keras dari diri sendiri untuk bisa menaklukkan setiap keinginan yang melawan ketetapan Allah. Namun, setiap ketaatan pada Allah akan membawa kita makin menyerupai karakter Kristus.
Milikilah kerinduan tersebut, lakukan setiap hari dengan membuat pilihan-pilihan yang sesuai dengan firman Allah, dan bekerjasamalah dengan Roh Kudus, maka Anda akan melihat bagaimana Dia bekerja memahat loh hati Anda dengan indahnya. Maukah Anda? Karena Roh Kudus selalu mau.
GBI Pasir Koja 39 Bandung