Renungan Harian (01 Juli 2016)

01KUNCI BERKAT

1 Tawarikh 4:9-10

1 Tawarikh 4:10. “Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.”

Suatu kali, semua penduduk desa berdoa memohon hujan. Pada hari semua orang berkumpul untuk berdoa, hanya ada seorang anak laki-laki yang membawa payung. Itulah iman! Seorang bayi berusia satu tahun, ketika ayahnya melemparkannya ke udara, ia tertawa, karena ia tahu ayahnya akan menangkapnya. Itulah kepercayaan.

Setiap malam kita tidur, kita tidak yakin bahwa besok masih hidup, tetapi kita masih mempunyai rencana untuk besok. Itulah harapan. Ketika stok telur tinggal satu butir, dan kita ingin makan berdua; kita membuat omelet dengan menambahkan tepung, sayur, dan bumbu pada telur. Itulah kreativitas.

Seseorang terlahir dari keluarga sangat miskin, ia biasa mengisi perutnya dengan ampas gandum gratis dan minum banyak air. Saat remaja, ia menjadi pengasong makanan murahan, lalu menjadi buruh bangunan. Namun ia belajar keras demi memperoleh beasiswa SMA, dan diterima di Korea University, sekaligus menjadi tukang sapu jalanan guna membiayai kuliahnya. Tahun 1964 dikenai hukuman penjara percobaan karena sebagai anggota dewan mahasiswa, ia terlibat aksi demo anti pemerintah. Selanjutnya ia bekerja di Hyundai, kariernya melesat. Tahun 1992 menjadi anggota dewan, tahun 2002 terpilih menjadi walikota Seoul. Akhirnya 25 Februari 2008 dilantik sebagai Presiden Korea Selatan. Dialah Lee Myung Bak yang mencapai puncak sukses dengan kerja keras dan kesungguhan.

Doa Yabes menekankan kebenaran, bahwa Allah memberkati orang yang sungguh-sungguh berseru kepada-Nya. Yabes menunjukkan, bahwa berkat dan perlindungan tidak datang dengan otomatis, tetapi terjadi sebagai hasil dari penyerahan kita kepada-Nya. Kita sungguh-sungguh beriman, berharap, bekerja keras, kreatif, pantang menyerah dan berseru kepada Tuhan. Dan Allah menjawab segala seru doa kita. (NK).

Doa: “Ya Bapa, aku serahkan hidupku sepenuhnya kepada-Mu. Aku melakukan apa yang menjadi bagianku, dan pastilah Engkau akan melakukan bagian-Mu dengan berkatMu yang melimpah. Terpujiah Tuhan! Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …