
AZAZEL
Imamat 16
Ibrani 13:12. ”Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.”
Setelah kedua anak Harun mati karena mempersembahkan api asing di hadapan Tuhan (Imamat 10), Tuhan berfirman kepada Musa agar Harun mengadakan hari raya Pendamaian. Harun harus menyiapkan dua ekor kambing jantan sebagai korban penghapus dosa, seekor domba jantan untuk korban bakaran, dan lembu jantan untuk korban penghapus dosa bagi dirinya dan dengan demikian bagi keluarganya.
Pada hari raya Pendamaian, Tuhan berfirman bahwa kedua kambing jantan tersebut harus diundi. Seekor kambing jantan untuk Tuhan, kambing jantan tersebut harus disembelih dan diolah menjadi korban penghapus dosa. Namun seekor kambing jantan lainnya dipersembahkan untuk Azazel, yaitu kambing jantan yang dibiarkan hidup. Harun harus menumpangkan tangannya atas kambing jantan bagi Azazel tersebut dan menimpakan kesalahan, dosa, dan seluruh pelanggaran orang Israel ke atas kambing jantan itu. Kemudian kambing jantan itu akan dilepaskan di tanah yang tandus, ke padang gurun. Orang yang melepaskan kambing jantan bagi Azazel harus mencuci pakaiannya dan membasuh tubuhnya dengan air sebelum masuk ke perkemahan.
Azazel hanya disebutkan pada hari raya Pendamaian yang tercatat di Imamat 16. Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai Azazel dalam Alkitab. Hal ini menyebabkan banyak tafsiran yang berusaha menjelaskan siapakah Azazel itu. Yang pasti Alkitab mencatat bahwa semua dosa, pelanggaran, dan kesalahan ditanggung oleh kambing jantan bagi Azazel.
Kambing jantan bagi Azazel adalah lambang dari pengorbanan Tuhan Yesus Kristus. Ia yang menanggung semua dosa, pelanggaran, dan kesalahan kita. Ia menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan kita dan menanggung segalanya. Kita yang telah mati bagi dosa, kini hidup kudus bagi Kristus.
Doa: “Kami telah mati bagi dosa, kini mau hidup hanya bagi-Mu, Kristus.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung