Renungan 7 September 2023

Ilustrasi Renungan 7 September 2023 BIARKAN YESUS PEGANG KENDALI
Ilustrasi Renungan 7 September 2023 BIARKAN YESUS PEGANG KENDALI

Renungan 7 September 2023, Bacaan Alkitab Mazmur 47:1-10

BIARKAN YESUS PEGANG KENDALI

Mazmur 47:1-10

Mazmur 22:4. Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.

Belum semua orang Kristen memahami kuasa di balik pujian penyembahan. Mereka beranggapan, bahwa pujian kepada Tuhan itu tak ubahnya seperti menyanyikan lagu-lagu sekuler pada umumnya. Padahal ayat di atas berkata Tuhan bersemayam di atas pujian umat-Nya. Pujian atau menyanyikan pujian kepada Tuhan sangat berbeda dengan menyanyi lagu sekuler. Lagu-lagu sekuler hanya bisa menembus kebutuhan jiwani (merasa senang, sedih, dll). Sementara pujian kepada Tuhan mampu membawa kita kepada dimensi yang lain, yaitu dimensi Roh.

Ketika kita memuji Tuhan maka Tuhan yang berkuasa, Tuhan yang memegang kendali kehidupan kita, bukan lagi masalah yang pegang kendali. Kita berserah, kita memuji, artinya kita memercayakan hidup kita di tangan Tuhan, maka badai kehidupan pun Dia redakan. Yang tidak mungkin akan jadi mungkin. Yang kecil yang tidak berarti akan jadi berarti di tangan Tuhan. Penyakit disembuhkan, ketakutan diubah menjadi ketenangan. Masa depan yang berantakan akan menjadi masa depan yang penuh dengan pengharapan.

Di tangan Tuhan Yesus lah segala sesuatu yang buruk akan menjadi baik dan pulih. Karena itu biarkan Dia yang memegang kehidupan kita. Kalau kita selalu ingin menyelesaikan segala sesuatu dengan kekuatan sendiri, kita akan menjadi lelah. Berserahlah penuh dan naikkan selalu pujian dan penyembahan kepada Allah.

Biarkan Yesus yang pegang kendali kehidupan kita.

Doa: “Tuhan Yesus, biarlah Engkau yang memegang kendali penuh atas hidupku. Amin.”

Bacaan Setahun: Mazmur 106; 1 Korintus 6

Renungan 7 September 2023, Bacaan Alkitab Mazmur 47:1-10

7, 7 September 2023, 2023, September, Renungan Harian

Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini 

Menyanyikan pujian bagi Tuhan merupakan ungkapan syukur kita sebagai umat Tuhan. Kita pasti selalu menyanyikan lagu rohani dalam berbagai ibadah maupun pertemuan-pertemuan komsel, pendalaman Alkitab juga ketika waktu pribadi saat teduh kita dengan Tuhan sebagai bentuk pujian kepada Tuhan. Begitu banyak lagu-lagu yang telah diciptakan, tetapi apakah kita benar-benar peduli dan memberi makna pribadi pada lagu tersebut? Selain itu sudahkah kita benar-benar menemukan arti dari memuji Tuhan? Ataukah kita hanya sekedar bernyanyi, menjadikan sebagai rutinitas saja?

 

Check Also

Renungan Harian Anak September 2026

eMagazine Mission   Mission-September-2026_compressed-1 Download Mission klik di sini untuk mendownload Mission bulan September 2026 …