
Renungan 5 Juli 2023, Bacaan Alkitab Ibrani 6:11-19
HARAPAN
Ibrani 6:11-19
1 Timotius 1:1. Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita,..
Ketika berlibur, saya menyelesaikan bacaan saya, yaitu sebuah buku yang berjudul Adrift. Buku itu bercerita mengenai seseorang yang membuat sebuah kapal yang akan membawanya mengarungi Samudera Atlantik dalam semacam putaran yang besar. Ia diserang cuaca buruk dan kapalnya pun tenggelam. Ia terkatung-katung di atas rakit selama hampir depan puluh hari. Yang membuat orang itu tetap hidup adalah harapan. Hari-hari yang paling kelam ialah hari-hari ketika ia tidak dapat melihat harapan, kemungkinan diselamatkan, mencapai suatu pulau atau masuk ke jalur pelayaran dan ditemukan oleh salah satu kapal besar dalam perjalanannya menyusuri jalur perdagangan. Harapan membuatnya tetap hidup.
Seseorang berkata, “Kita dapat hidup empat puluh hari tanpa makanan, delapan hari tanpa air, empat menit tanpa udara, tetapi hanya beberapa detik tanpa harapan.”
Saat tak berani mengucapkan doa,
Atau menghadapi penderitaan.
Ada yang mati dalam diri kita,
Dan yang mati adalah Harapan.
~ Oscar Wide, The Ballad of Reading Gaol ~
Kata “harapan” dalam KBBI artinya: sesuatu yang (dapat) diharapkan: keinginan supaya menjadi kenyataan.
Dalam kekristenan tentu saja pengharapan kita adalah hanya di dalam Tuhan Yesus Kristus. Jika kita hanya berharap kepada dunia ini tentu saja kita akan kecewa karena dunia tidak bisa memberikan kepastian, tetapi dalam Yesus selalu ada kepastian dan pengharapan.
Doa: “Terima kasih Tuhan Yesus, sebab di dalam Engkau selalu ada harapan dan kepastian. Amin.”
Bacaan Setahun: 2 Tawarikh 21-23; Kisah Para Rasul 4:23-37
Renungan 5 Juli 2023, Bacaan Alkitab Ibrani 6:11-19
5, 5 Juli 2023, 2023, Juli, Renungan Harian
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Ketika selama hidup-Nya pun banyak orang yang menyembah Yesus. Dia tidak pernah melarang orang-orang untuk datang menyembah-Nya. Padahal Yesus sangat mengerti Hukum Taurat. Jika Yesus bukanlah Tuhan, maka tentu Dia akan melarang orang-orang datang untuk menyembah-Nya karena di dalam Hukum Taurat tertulis, bahwa kita hanya boleh menyembah Allah saja. Yesus pun menegaskan sendiri bahwa hanya melalui Dialah jalan kebenaran dan keselamatan. Kita dapat menemukan perkataan Yesus ini di dalam Yohanes 13:13, Yohanes 14:6, Yohanes 4:25-26, dan Markus 14:61-62.
Sekalipun Alkitab ditulis melalui lebih dari 40 orang dengan latar belakang yang berbeda-beda dalam kurun waktu kurang lebih 1500 tahun, tapi keselarasan dan kontinuitasnya tidak pernah salah dan berubah. Mereka tidak hidup dalam satu generasi sehingga tidak pernah bertemu untuk mengadakan rapat untuk menyepakati dan menyelaraskan seluruh isi Alkitab.
Doa: “Tuhan Yesus terima kasih jika hari ini aku sudah mengenal Tuhan dan Juruselamat yang benar di dalam hidupku. Aku mau hidupku menyenangkan-Mu dan menjadi berkat bagi orang lain. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung