
Renungan 30 November 2022, Bacaan Alkitab Kejadian 3:1-24.
JANJI SEORANG JURUSELAMAT
Kejadian 3:1-24
Kejadian 3:15. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.
Dunia yang diciptakan Allah adalah dunia yang sempurna. Namun, kenyataan hari ini, dunia kita penuh dengan masalah.Kesempurnaan ciptaan Allah itu menghilang sejak nenek moyang manusia jatuh ke dalam dosa. Sejak saat itu manusia terikat kuasa dosa. Untuk jalani hidup pun menuntut perjuangan yang terkadang teramat keras. Penyakit pun menyertainya sepanjang hidupnya.
Namun Allah hakikatnya adalah kasih. Allah merancang jalan keselamatan. Tindakan terutama Allah yaitu mengutus Juruselamat untuk memulihkan keadaan manusia. Sejak peristiwa pengusiran manusia dari taman Eden; Iblis senantiasa merongrong umat manusia. Namun, Allah menyatakan saat masih di taman Eden itu bahwa keturunan perempuan itu yang akan meremukkan kepala Iblis. Inilah janji tentang Juruselamat itu. Janji itu diteguhkan sepanjang sejarah dan tercatat rapih di dalam Alkitab.
Para nabi yang diutus Allah selain untuk menegur, mendorong, dan mengajak umat manusia untuk hidup dalam ketaatan kepada Allah, mengingatkan juga secara langsung ataupun dengan gambaran kepada janji di taman Eden itu. Tindakan terutama Allah bukan mengutus para nabi melainkan mengutus Juruselamat. Hal ini dikarenakan sejak nenek moyang manusia jatuh ke dalam dosa, manusia tidak memiliki daya untuk menyelamatkan diri. Hal itu sudah tergambar sejak di taman Eden. Adam dan Hawa mencoba menutupi aibnya dengan merangkai daun-daun ara sebagai penutup ketelanjangannya.
Juruselamat yang dijanjikan sebagai keturunan perempuan yang akan meremukkan kepala ular itu harus mengalami penderitaan yaitu tumit-Nya diremukkan Iblis. Inilah gambaran penderitaan dan pengorbanan di atas salib itu. Juruselamat itu adalah Tuhan Yesus yang jadi Juruselamat bagi segenap manusia.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku bersyukur untuk janji-Mu. Juruselamat yang menyelamatkan aku dari hukuman maut. Amin.”
Bacaan Setahun: Yehezkiel 34-35; 1 Petrus 1.
Renungan 30 November 2022, Bacaan Alkitab Kejadian 3:1-24 .
30 , 30 November 2022, 2022, November, Renungan Harian
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.
GBI Pasir Koja 39 Bandung