
Renungan 29 Desember 2022, Bacaan Alkitab Ibrani 9:11-28.
SATU KALI SAJA
Ibrani 9:11-28
Ibrani 9:27. Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.
Orang bijak menyatakan, bahwa kematian tidak ditentukan oleh umur dan juga tidak selalu terkait dengan kesehatan. Banyak yang alami kematian saat masih belia, bahkan bayi. Banyak juga dalam kondisi sehat dan terbilang gagah saat alami kematian. Keluarganya tidak mengira, bahwa kepala keluarganya yang pergi bertandang ke rumah kenalannya, alami kematian saat sedang duduk di ruang tamu di rumah kenalannya itu. Belum lagi kekagetan keluarga yang tidak menduga, bahwa putranya alami kecelakaan yang merengut nyawanya. Adalah kenyataan, bahwa kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia menelan ribuan korban setiap harinya. Belum lagi kecelakaan di tempat kerja yang tidak jarang mengakibatkan kematian juga.
Kematian bisa juga dialami oleh penerjun payung, pendaki gunung, peselancar yang merindukan ombak, atau pembalap sepeda motor. Namun, ada pula yang alami kematian saat menyantap makan siang di saat kerja. Sungguh kematian adalah pengalaman yang mengandung misteri.
Berdasarkan kesaksian Alkitab, Allah tidak menentukan waktu dan cara orang alami kematian. Namun, Allah Yang Mahatahu tentu mengetahuinya saat dan penyebab kematian setiap orang. Yang Allah tentukan adalah bahwa manusia ditetapkan untuk alami kematian hanya satu kali.
Yang teramat penting untuk diperhatikan adalah, bahwa Tuhan menetapkan pula manusia akan alami penghakiman setelah kematiannya. Maka semasa masih hidup manusia harus menyediakan “bekal” untuk hadapi saat penghakiman itu. Di sisi lain, Kristus alami kematian untuk menanggung dosa manusia dan satu hari kelak Dia akan datang kembali untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan saat kedatangan-Nya itu. Inilah “bekal” itu yaitu iman kepada-Nya.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, kapan dan bagaimanapun aku harus mati, satu hal yang aku yakin, aku percaya kepada-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Zakharia 9-11; Wahyu 20.
Renungan 29 Desember 2022, Bacaan Alkitab Ibrani 9:11-28.
29 , 29 Desember 2022, 2022, Desember, Renungan Harian
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.
GBI Pasir Koja 39 Bandung