
Renungan 27 November 2022, Bacaan Alkitab Roma 9:20-29.
NIKMATI PROSESNYA
Roma 9:20-29
Roma 9:20. Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?”
Allah adalah sang pencipta segala sesuatu, termasuk manusia adalah makhluk ciptaan-Nya. Bacaan kita hari ini menggambarkan otoritas Allah yang diumpamakan seperti seorang penjunan yaitu pembuat tembikar, yang berkuasa atas tanah liat yang dibentuknya. Dalam beberapa bagian Alkitab, hal ini disebutkan beberapa kali dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Sosok pembuat tanah liat diperkenalkan oleh Yesaya dan Yeremia dan juga dikutip dalam bagian yang kita baca.
Ini menunjukkan betapa pentingnya agar kita menyadari kedaulatan Allah atas hidup kita. Sebagai pencipta, Allah berhak membentuk kita, persis seperti tembikar di tangan penjunan. Adakalanya tembikar itu rusak, dan penjunan membentuknya ulang menjadi barang yang lain. Tentu saja tembikar tidak bisa protes mengapa penjunan harus melakukan beberapa penyesuaian bentuk yang dikehendaki dan dipandang baik olehnya.
Hal yang berbeda terjadi dengan manusia, yaitu sebagai makhluk ciptaan Allah. Manusia yang memiliki kehendak bebas, seringkali membantah atau menolak terhadap apa yang Allah kehendaki. Hal ini sama dengan tembikar yang berontak atau menolak bentuk yang dibuat sang penjunan. Jika itu terjadi, maka proses pembentukan yang Allah lakukan dalam hidup kita akan memakan waktu semakin lama. Oleh sebab itu, bila ada proses pembentukan Allah yang belum selesai dalam hidup kita, lebih baik berserah saja dalam kedaulatan-Nya. Jangan keraskan hati kita. Ketaatan akan meringan dan mempercepat proses yang sedang dilakukan Allah. Keras hati akan memperberat proses yang harus kita lalui. Semakin kita berkeras, semakin lama waktu menyelesaikannya. Percayalah Allah akan membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Kita akan tersenyum setiap melihat pelangi di balik hujan badai sekalipun.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku percaya perbuatan tangan-Mu dalam hidupku. Ajar aku untuk taat dan menikmati proses yang Kau lakukan dalam hidupku. Amin.”
Bacaan Setahun: Yehezkiel 27-28; Yakobus 3.
Renungan 27 November 2022, Bacaan Alkitab Roma 9:20-29.
27 , 27 November 2022, 2022, November, Renungan Harian
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.
GBI Pasir Koja 39 Bandung