
Renungan 26 November 2022, Bacaan Alkitab Filipi 4:10-20.
NOT RESPONDING
Filipi 4:10-20
Matius 11:17. Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.
Allah datang ke dalam kehidupan manusia secara menyeluruh. Ia ada saat senang dan susah; melindungi dan memberkati, menemani dan menguatkan, membimbing dan mengarahkan. Kehadiran Allah sering tidak dipikirkan atau tidak disadari oleh manusia, sehingga ia sendiri tidak mampu mengenali keadaannya. Tidak menari kala mendengar seruling dan tidak berkabung ketika mendengar kidung duka menggambarkan orang yang tidak mampu mengekspresikan kebahagiaan yang dialaminya dan sebaliknya tidak tahu keadaannya yang sebenarnya menyedihkan untuk berubah ke arah yang lebih baik.
Orang yang gagal mengenal dirinya juga akan kehilangan respons sosial di mana ia berada sehingga tidak mampu menentukan yang tepat dalam keadaan bersama yang terjadi. Ibarat handphone yang di layarnya selalu muncul tulisan not responding. Allah ingin manusia merespons kehadiran Allah dalam hidupnya sehingga ia mampu mengenali dirinya dan merespons dengan cepat setiap perkara yang ada, serta mengambil tindakan yang tepat untuk menemukan jalan keluar.
Ekspresikan dirimu dengan benar bersama Allah sebab bersama-Nya orang bisa menari atau berkabung, tetapi jiwanya tetap kuat dan sentosa. Dalam segala keadaan mampu memberi respons yang baik, untuk kemuliaan Tuhan.
“Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.” (Filipi 4:12).
Doa: “Ajar kami untuk merespons kehadiran-Mu, ya Allah. Amin.”
Bacaan Setahun: Yehezkiel 25-26; Yakobus 2.
Renungan 26 November 2022, Bacaan Alkitab Filipi 4:10-20.
26, 26 November 2022, 2022, Renungan Harian, November
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.
GBI Pasir Koja 39 Bandung