
Renungan 26 Agustus 2023, Bacaan Alkitab Matius 14:28-31
KERAGUAN
Matius 14:28-31
Matius 7:7. Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Keraguan adalah suatu keadaan mental di mana seseorang merasa tidak yakin terhadap sesuatu, termasuk keyakinan rohaniah. Petrus mengalami keraguan ketika berjalan di atas air menuju Yesus. Namun, ketika dia mengalami keraguan, Tuhan Yesus menariknya dari air. Dalam menghadapi keraguan, kita perlu mengandalkan Tuhan. Ketika kita merasa ragu penting untuk berdoa dan mencari kebenaran dari firman Tuhan. Tuhan berjanji, bahwa mereka yang mencari-Nya dengan sungguh-sungguh akan menemukan-Nya.
Orang-orang Kristen tidak bisa berjalan sendirian melalui keraguan mereka. Menjadi bagian dari komunitas iman juga membantu kita tumbuh dalam iman dan saling menguatkan dalam perjalanan rohaniah.
Dalam surat Yakobus 1:5-8, ditegaskan bahwa orang yang meragukan Tuhan dan memiliki pikiran yang bimbang tidak akan menerima apa pun dari Tuhan. Sebaliknya, kita harus memohon kepada Tuhan dengan iman tanpa keraguan. Saat menghadapi keraguan, penting untuk mengakui bahwa manusia tidak selalu dapat mengerti sepenuhnya cara Tuhan bertindak atau bekerja. Keyakinan akan kebijaksanaan dan kedaulatan-Nya bisa membantu kita menghadapi keraguan dengan damai. Dalam saat-saat keraguan, mengingat kembali janji-janji-Nya dapat memperkuat iman kita dan menenangkan hati kita.
Akhirnya, keraguan adalah bagian normal dari perjalanan iman. Ini adalah panggilan untuk terus mencari Tuhan dengan sepenuh hati dan mengandalkan-Nya dalam segala hal. Dalam menghadapi keraguan, kita bisa mendapatkan pertumbuhan rohaniah dan kedekatan yang lebih dalam dengan Tuhan.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku percaya kepada-Mu, tanpa keraguan karena aku merenungkan firman-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Mazmur 69-71; Roma 10
Renungan 26 Agustus 2023, Bacaan Alkitab Matius 14:28-31
26, 26 Agustus 2023, 2023, Agustus, Renungan Harian
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
“Awalnya saya tidak terlalu paham mengapa himne ini menyentuh hati begitu banyak orang. Barulah setelah saya sendiri mengalami kesedihan mendalam setelah suami saya wafat, dan menyanyikan ulang lagu itu, saya beroleh pemahaman baru atas syair yang saya tuliskan… Saya bersyukur bisa dipakai memberkati banyak orang lewat pengalaman sederhana ini…,” ungkap Annie waktu itu.
GBI Pasir Koja 39 Bandung