
Renungan 25 Desember 2022, Bacaan Alkitab Lukas 2:17-19.
PENGHIBURAN
Lukas 2:17-19
Matius 2:11. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
Bagi seorang ibu, saat melahirkan adalah sebuah kebahagiaan dan perjuangan hidup. Ketika Maria melahirkan, ia harus melahirkan di kandang domba, yang tidak pernah diharapkan oleh ibu mana pun. Namun, Maria harus rela melahirkan di kandang.
Apa yang berkecamuk dalam pikiran dan perasaan Maria saat itu? Mungkin bingung, sedih tetapi tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima kenyataan. Dalam kegundahan pikiran dan perasaannya, Tuhan memakai para gembala menguatkan Maria. Ketika para gembala melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
Begitu juga dengan para Majus, mereka melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
Di hari Natal ini dengan kondisi dunia yang semakin membuat hidup susah, marilah kita memiliki sikap hidup seperti para gembala yang membawa kabar gembira bagi mereka yang hidup susah. Beritakanlah kabar sukacita tentang sang Juruselamat dunia. Marilah kita mempersembahkan yang terbaik. Seperti para Majus memberi persembahan karena mengenal sang Juruselamat. Berikanlah apa yang ada pada kita sehingga saudara-saudara kita yang kekurangan dan membutuhkan bisa menikmati berkat Tuhan Yesus. Berilah bukan karena kita kaya, melainkan karena kasih Kristus yang menggerakkan.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, terima kasih untuk teladan para gembala dan para majus. Biarlah aku setia bersaksi dan memberi bagi kemuliaan-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Zefanya 1-3; Wahyu 15.
Renungan 25 Desember 2022, Bacaan Alkitab Lukas 2:17-19.
25 , 25 Desember 2022, 2022, Desember, Renungan Harian
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.
GBI Pasir Koja 39 Bandung