
Renungan 20 November 2022, Bacaan Alkitab Mazmur 98:1-7.
MUSIK DAN PENGARUHNYA
Mazmur 98:1-7
Mazmur 98:5. Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring.
Philip David Wickham (35) lahir di keluarga Kristen. Anak kedua dari tiga bersaudara ini memulai aktif dalam musik ketika usianya masih 13 tahun, ia memimpin pujian di ibadah pemuda. Ayah Phil juga seorang worship leader (WL), orangtuanya juga merupakan anggota dari Jesus Movement Band Parable. Bahkan kakak laki-lakinya, Evan Wickham juga seorang musisi Kristen, dan sekarang telah melayani sebagai pastor di Park Hill Church, San Diego, California.
Orangtua Phil mendorongnya untuk mempelajari lagu dan musik rohani yang populer agar akhirnya ia bisa menulis sendiri lagu rohani dengan musik populer. Phil mulai full-time dalam karir musiknya dengan tour di California dan meluncurkan album rohani pertamanya pada tahun 2003. Konsistensinya dalam musik populer Kristen membuatnya disebut Contemporary Christian Musician.
Musik dapat membuat seseorang menjadi tenang atau bersemangat, anggun atau kasar, rasional atau emosional yang tak terkendali. Dapat dikatakan, musik memiliki nilai moral baik dan jahat.
Musik dapat dianalogikan sebagai sebuah pisau. Sebagaimana pisau bila digunakan dengan benar akan banyak membantu ketika mengolah masakan di dapur. Namun, pisau juga dapat membahayakan bila digunakan untuk melakukan kejahatan. Musik juga bisa menjadi seperti sebilah pisau yang dapat merusak para pendengarnya. Banyak kasus kriminalitas terjadi akibat lirik musik yang tidak baik.
Bila saat ini kita sedang merasakan hari yang begitu berat, penat, kurang menggairahkan dan cenderung membuat sakit kepala, mari bernyanyi dan dengarkan musik-musik rohani yang membangun dan membangkitkan semangat dan gairah kehidupan. Semangat saudaraku!
Doa: “Kami mau mendengarkan dan menyanyikan lagu-lagu yang memuliakan nama-Mu selalu, ya Allah. Amin.”
Bacaan Setahun: Yehezkiel 11-13; Ibrani 10.
Renungan 20 November 2022, Bacaan Alkitab Mazmur 98:1-7.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.
GBI Pasir Koja 39 Bandung