MERDEKA DARI MASA LALU (Bagian 1)
Galatia 4: 21-26
Galatia 4:22. “Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka?”
Dalam kehidupan ini, manusia tidak akan pernah terlepas dari yang namanya masa lalu. Tergantung pada masing-masing orang apakah masa lalunya baik atau suram. Sebab tindakan dan keputusan seseorang di masa lampau akan menentukan sejarah hidupnya. Rick Warren pernah berkata, “Bagaimana keadaan Anda sekarang itu ditentukan bagaimana Anda hidup di masa lampau, sebaliknya baik atau buruknya masa depan Anda ditentukan tindakan serta keputusan Anda sekarang.”
Pada teks ini, jemaat Galatia tampaknya ingin berada di bawah Hukum Taurat. Ismael adalah salah seorang anak Abraham yang diperanakkan menurut daging atau dengan cara yang duniawi. Ini adalah sebuah kiasan. Cerita mengenai kedua perempuan dan anak itu bisa mengungkapkan sesuatu yang bukan sekedar cerita sejarah tetapi mengandung makna rohaniah. Dua perempuan ini melambangkan dua ketentuan Allah. Hagar melambangkan ketentuan atau perjanjian yang diberikan di gunung Sinai, yakni Taurat Musa. Sebagaimana ia meninggalkan tempat berkat di Kanaan dan pergi kewilayah yang rawan (Kej. 21:21), demikian pula yang dilakukan jemaat Galatia, mereka pergi meninggalkan kasih karunia Kristus.
Dari peristiwa yang dialami oleh Abraham. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu: 1) Keputusan hari ini berdampak pada kehidupan selanjutnya. 2) Apa yang kita anggap baik belum tentu baik di pandangan Tuhan. 3) Orang-orang disekeliling Anda sangat mempengaruhi kehidupan Anda.
Semua orang pernah melakukan kesalahan, tetapi tidak semua orang sadar akan kesalahannya itu. Sebagian orang pernah diperhadapkan oleh sebuah situasi yang sulit dan samar-samar. Namun tidak sedikit orang yang berpikir negatif atas situasi tersebut. Kemampuan Anda dalam memecahkan sebuah masalah tidak dipengaruhi seberapa kecil dan besarnya masalah itu, tetapi ditentukan cara pandang Anda atas masalah tersebut. Sebagai anak-anak Tuhan kita harus merdeka dari masa lalu, agar hidup kita berbuah lebat dihadapan Tuhan.
Doa: “Bapa sorgawi, terima kasih karena Engkau telah melepaskan aku dari belenggu masa lalu. Apa pun keputusan yang salah yang telah kubuat di masa lalu, telah Kau ampuni, sehingga kini aku dapat menjalani kehidupan yang baru. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung