
Renungan 19 Desember 2022, Bacaan Alkitab Matius 1:18-25.
MALAM NATAL YANG SUNYI
Matius 1:18-25
Ibrani 12:3. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
Natal mengingatkan kita tentang betapa besar pengorbanan yang Yesus lakukan untuk setiap manusia di bumi ini, supaya manusia diselamatkan dan juga dapat bertahan menghadapi setiap persoalan dalam hidupnya.
Di negeri Cina tidak mudah bagi orang untuk percaya kepada Kristus, mereka pasti akan mengalami aniaya. Sebuah kisah nyata tentang seorang gadis yang hidup sendirian setelah orangtuanya meninggal disiksa dan dianiaya karena percaya kepada Kristus. Dia harus berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri. Satu hari dia bertemu dengan seorang tua yang juga percaya Kristus dan akhirnya gadis ini diajak untuk tinggal bersama di sebuah desa termiskin di Cina.
Di satu malam Natal yang dingin Paman Shen berbicara seakan-akan tahu, bahwa aku sedang memikirkan tentang bagaimana penderitaan yang dialami orangtuaku. Paman Shen mengutip ayat- ayat dalam Injil Matius 27:28-30, “Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: “Salam, hai Raja orang Yahudi!” Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya.”
Saat paman Shen mengucapkan ayat-ayat tersebut, hatiku tersentak. Melalui penderitaan yang dialami orangtuaku, aku mencoba membayangkan bagaimana penderitaan yang dialami Yesus, Allahku.
Masalah atau penderitaan apa yang sedang dialami saat ini? “Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa (Ibr. 12:3).”
Doa: “Kasih-Mu menguatkan kami, ya Kristus. Terima kasih.”
Bacaan Setahun: Obaja 1; Wahyu 6-7.
Renungan 19 Desember 2022, Bacaan Alkitab Matius 1:18-25.
19 , 19 Desember 2022, 2022, Desember, Renungan Harian
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.
GBI Pasir Koja 39 Bandung