
Renungan 16 Januari 2023, Bacaan Alkitab Lukas 3:10-14.
CUKUPKAN DIRI
Lukas 3:14. Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”
Bila pandangan Anda tertuju kepada barang-barang, Anda akan terbawa pada materialisme. Bila pandangan Anda tertuju pada barang-barang, Anda akan terus menerus tertarik pada perkakas, uang, barang-barang yang terbuat dari plastik, krom, logam, kayu – semua unsur-unsur yang ada di sekitar kita. Anda akan terus menerus tidak puas. John D. Rockefelleer, sang miliuner, pernah ditanya, “Berapa banyak uang atau barang yang dibutuhkan untuk benar-benar memuaskan seseorang?” Ia menjawab, “Sedikit lebih banyak daripada yang sudah dimilikinya.” (Spiros Zodhiates).
Filipi 4:11, “Saya mengemukakan ini bukan karena saya berkekurangan, sebab saya sudah belajar merasa puas dengan apa yang ada (BIS).” Dalam versi NIV (New International Version) diterjemahkan: “Aku telah belajar untuk merasa puas, apa pun keadaannya.”
Rahasia kepuasan hati ialah menyadari, bahwa dalam keadaan yang sekarang ini Allah telah memberikan segala sesuatu yang kita perlukan untuk tetap berkemenangan di dalam Kristus (1 Korintus 15:57). Kemampuan untuk hidup berkemenangan atas keadaan-keadaan yang berubah-ubah datang dari kuasa Kristus yang mengalir di dalam dan melalui kita. Jadi, bukan hanya memikirkan barang-barang duniawi saja, yang hanya sementara dan tidak dapat dibawa ketika kita meninggal dunia.
Mari kita terus bersyukur untuk apa pun yang Tuhan Yesus sudah berikan kepada kita.
Doa: “Tuhan Yesus, ajar kami untuk puas dengan berkat-Mu dalam hidup ini. Kami sangat bersyukur. Amin.”
Renungan 16 Januari 2023, Bacaan Alkitab Lukas 3:10-14.
16 , 16 Januari 2023, 2023, Januari, Renungan Harian
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Alkitab mengajarkan kepada kita pengalaman yang dialami bangsa Yehuda. Dalam Yeremia 8:10, bangsa Yehuda telah disesatkan oleh para pemimpinnya. Mereka beribadah bukan lagi kepada Tuhan yang mengasihi mereka melainkan kepada sesembahan bangsa-bangsa sekitar dalam mengharapkan kesejahteraan dan kemakmuran. Tuhan mengutus nabi Yeremia untuk mengabarkan berita penghukuman kepada bangsa ini. Kedamaian yang mereka harapkan tidak kunjung datang. Sebab Sumber Kedamaian itu telah mereka tinggalkan.
GBI Pasir Koja 39 Bandung