
Renungan 15 Desember 2022, Bacaan Alkitab Yohanes 4:1-42.
HILANGKAN SENTIMEN
Yohanes 4:1-42
Yohanes 4:42. …dan mereka berkata kepada perempuan itu: “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.”
Sentimen antar kelompok, antar suku, antar etnik bahkan antar bangsa, hingga hari ini masih banyak yang terpelihara. Catatan Alkitab tentang sentimen antara Yahudi dan Samaria berawal pada tahun 722 SM, setelah Kerajaan Israel Utara ditaklukkan oleh Salmaneser, raja Asyur. Bangsa Israel pada umumnya dibuang ke negara taklukan Asyur lainnya dan bangsa dari negara-negara taklukan lainnya dipindahkan ke Israel Utara. Terjadilah percampuran penduduk bahkan keyakinan. Inilah awal mula lahirnya bangsa Samaria.
Walau bangsa Yehuda, Kerajaan Israel Selatan kemudian ditaklukkan Babel (535 SM) dan dibuang selama 70 tahun ke Babel, tetapi saat mereka kembali, bangsa Yehuda ini masih asli tidak bercampur. Saat mereka kembali banyak dihalangi oleh orang-orang Samaria dan hubungan keduanya boleh dikatakan tidak pernah sungguh membaik.
Pada zaman Tuhan Yesus, orang Yahudi menyebut orang Samaria itu sebagai orang asing. Keduanya tidak bergaul sebagai tetangga apalagi sebagai saudara. Inilah catatan dua komunitas yang bertetangga tetapi, hubungan keduanya tidak baik, ada isolasi yang diakibatkan oleh sentimen.
Namun hari itu, tengah hari di tepi sumur Yakub di Sikhar, Samaria, berawal dengan pelayanan Tuhan Yesus terhadap perempuan Samaria. Perempuan ini alami perubahan sikap, sebab ia pun mengisolasi diri karena aibnya yaitu kemungkinan ia mandul yang membawanya kepada nikah-cerai hingga lima kali. Perempuan itu berubah menjadi pewarta Injil Keselamatan kepada bangsanya. Respon dari berita yang bernada sukacita itu luar biasa, banyak orang Samaria yang percaya kepada Tuhan Yesus.
Saat sentimen hilang, berkat pun datang. Anugerah keselamatan Tuhan Yesus bisa mereka nikmati. Hilangkan gengsi kekelompokan agar berkat mengalir kepada semua orang. Sentimen hilang, berkat pun datang.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, ajar aku meneladani-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Hosea 11-14; Wahyu 1.
Renungan 15 Desember 2022, Bacaan Alkitab Yohanes 4:1-42.
15 , 15 Desember 2022, 2022, Desember, Renungan Harian
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.
GBI Pasir Koja 39 Bandung