
Renungan 13 November 2022, Bacaan Alkitab Ayub 1.
IT IS WELL WITH MY SOUL
Ayub 1
Ayub 1:21. …katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”
Horatio G. Spafford, seorang pengacara mapan, direktur sebuah seminari teologi Presbiterian, dan aktif pelayanan. Ia mendirikan bisnis real estate dan pada tahun 1861, ia menikah dengan Anna Larssen. Mereka dikaruniai empat anak gadis dan seorang putera yang meninggal karena sakit. Tragedi dimulai Oktober 1871, sebuah kebakaran besar terjadi di Chicago yang menghanguskan sepertiga kota tersebut, termasuk real estate milik Horatio.
Ketika keadaan pulih, ia beserta istri dan empat anaknya berniat ke Inggris. Horatio mengatur perjalanan istri dan empat anaknya untuk berlayar lebih dahulu, sementara ia berniat menyusul karena ada urusan bisnis. Malangnya, sebuah kecelakaan menenggelamkan kapal. Anna, sang istri selamat, sedangkan empat puterinya tenggelam dan meninggal di tengah laut. Horatio segera berangkat menyusul istrinya dengan kapal. Di tengah perjalanan di laut, Horatio merasa sangat sedih akan kehilangannya yang bertubi-tubi. Saat itu, ia terilhami untuk menulis sebuah lirik sebagai seruan kepedihan sekaligus kepercayaannya: “It Is Well With My Soul.”
Lirik dan kisah yang melatarbelakangi penciptaan lagu tersebut telah memberkati banyak orang untuk berharap kepada Allah yang mengaruniakan ketenangan bagi jiwa.
Kenyataan bahwa menjadi anak Tuhan, yang saleh sekalipun, tidak pernah menjamin bahwa kita tidak akan mengalami kehilangan dan penderitaan. Terlepas dari kisah ironis dari Horatio, “It Is Well With My Soul,” tetap merupakan salah satu lagu hymne yang indah. Dari syair atau kesaksian tersebut, kita mengenal Allah dan kita pun berkesempatan yang sama untuk menyaksikan Allah. Sampai akhirnya, kelak kita semua bisa berkata seperti Ayub: “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” Ayub 42:5.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, biarlah aku selalu memuliakan-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Yeremia 47-49; Ibrani 1-2.
Renungan 13 November 2022, Bacaan Alkitab Ayub 1.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.
GBI Pasir Koja 39 Bandung