TATO DAN ROKOK
1 Korintus 6:12-20
Roma 13:14. “Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.”
Tato memang semakin populer sebagai salah satu cara untuk mengekspresikan diri. Namun di balik seni rajah kulit itu terdapat resiko kesehatan, yaitu komplikasi medis. Hasil sebuah studi di Amerika Serikat (AS) menunjukkan satu atau lebih dari 20 orang yang dirajah dengan tinta, akan beresiko lebih besar terkena infeksi, gatal dan bahkan pembengkakan. Dipaparkan dalam salah satu media, para peneliti di New York University Langone Medical Centre menemukan sebanyak 6% dari pemilik tato di New York mengalami ruam, gatal, atau bengkak yang berlangsung selama lebih dari empat bulan, kadang berlangsung tahunan. Selain itu, penyebaran virus HIV pun ditengarai banyak melalui jarum tato.
Dari banyak berita yang merupakan peringatan seperti di atas mengenai tato yang menjadi pemicu infeksi kulit dan penularan virus HIV, namun ada pula peringatan lain seperti merokok yang menjadi pemicu kanker, dan lain sebagainya. Seringkali orang tidak mengindahkan peringatan tersebut dengan dalih, “Ah…si A juga tidak apa-apa, bahkan umurnya panjang…” Padahal seluruh dunia pun telah membuktikan, bahwa rokok sangat berbahaya bagi kesehatan.
Atau ada juga yang berdalih seperti ini, “Ada gak ayat di Alkitab yang melarang merokok? Kalau ada, tunjukin ayatnya…!!!” Memang benar, di Alkitab tidak ada ayat yang secara gamblang atau secara spesifik yang menyebutkan bahwa merokok itu dilarang. Tetapi 1 Korintus 6:12 menyatakan, “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.”
Bagaimana dengan merokok dan tato? Apakah merokok dan bertato lebih banyak membawa manfaat bagi kita orang Kristen? Tidak! Dan saya berharap Anda sepakat dengan saya.
Doa: “Ya Allah, sebagai orang yang telah Engkau tebus dengan harga yang mahal, kini kami mau memuliakan-Mu dengan tubuh kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung