Renungan 09 November 2022

Renungan 09 November 2022 - PRIBADI YANG MEMUJI DAN MENYEMBAH - PRIBADI YANG MEMUJI DAN MENYEMBAH Teladan iman yang sangat terpuji  - GBI Pasir Koja 39 Bandung

Renungan 09 November 2022, Bacaan Injil Daniel 3:28-29.

PRIBADI YANG MEMUJI DAN MENYEMBAH

Daniel 3:28-29

Daniel 3:28. Berkatalah Nebukadnezar: “Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka.

Kita hidup dalam zaman yang tidak kurang bahayanya. Banyak situasi yang intinya menggoda atau memaksa kita untuk menyembah ilah lain. Teladan iman yang sangat terpuji dari Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Prasyarat yang diperhadapkan tidak mampu mengubah keyakinan mereka. Pilih yang mana: sembah patung atau mati? Sulitkah untuk memilih satu di antara dua pilihan tersebut?

Kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego meneguhkan kita. Suatu sikap iman yang terpuji. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego diberi kesempatan untuk memilih. Menaati perintah raja Nebukadnezar yang berarti mendapat pengampunan, atau taat kepada Allah yang disembahnya, dengan menanggung segala risiko. Itulah pilihan bersyarat yang harus mereka pilih, untuk mengubah sikap dan pendirian mereka. Amarah sang raja, tidak menggetarkan komitmen untuk tetap setia menyembah Allah yang hidup. Komitmen itu sama sekali tidak dikaitkan dengan kepentingan dan keselamatan diri, yang sifatnya sementara, melainkan didasarkan pada kehendak dan kemuliaan Allah. Sikap iman inilah yang membuat raja Nebukadnezar mengakui kemuliaan Allah.

Tidak ada alasan bagi kita untuk kompromi dan menjual iman kita. Betapa pun tuntutan zaman maupun tekanan politik mendesak kita, kita harus tetap berjalan lurus di dalam iman kepada Kristus. Bahkan jika itu berisiko nyawa kita!

Doa: “Ajarkanku untuk tetap menyembah dan tetap setia menjadi penyembah dan pemuji yang menyenangkan hati-Mu. Amin.”

 Bacaan Setahun: Yeremia 35-37; Titus 1.

Renungan 09 November 2022, Bacaan Injil Daniel 3:28-29.

Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini 

Kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego meneguhkan kita. Suatu sikap iman yang terpuji. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego diberi kesempatan untuk memilih. Menaati perintah raja Nebukadnezar yang berarti mendapat pengampunan, atau taat kepada Allah yang disembahnya, dengan menanggung segala risiko. Itulah pilihan bersyarat yang harus mereka pilih, untuk mengubah sikap dan pendirian mereka. Amarah sang raja, tidak menggetarkan komitmen untuk tetap setia menyembah Allah yang hidup. Komitmen itu sama sekali tidak dikaitkan dengan kepentingan dan keselamatan diri, yang sifatnya sementara, melainkan didasarkan pada kehendak dan kemuliaan Allah. Sikap iman inilah yang membuat raja Nebukadnezar mengakui kemuliaan Allah.

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …