
Renungan 09 Desember 2022, Bacaan Alkitab Lukas 2:1-6.
THE SPIRIT OF CHRISTMAS: KESEDERHANAAN
Lukas 2:1-6
Markus 12:28. Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”
Kesederhanaan bukan berarti kemiskinan, kebodohan, kekanak-kanakan atau ketidaktahuan dan ketiadaan aturan. Sifat sederhana berlawanan dengan kesombongan. Sederhana dan kerendahan hati, seumpama dua sisi mata uang. Keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan. Sederhana batiniah adalah hati dan pikiran yang jernih dan merupakan jalan Injil agar jiwa yang dahaga beroleh kelegaan, yang terikat beroleh kemerdekaan, yang diliputi kegelapan memperoleh pencerahan, yang rumit menjadi sederhana sehingga maksimal dalam menjalani hidup.
Schaff P. menulis buku History of the Christian Church in The Middle Ages (Grand Rapids: Eerdmans Publishing Company, 1949) menekankan gereja dan pelayanan yang rumit dengan segala peraturan justru akan menjadi penghalang internal yang tak terlihat dalam menyentuh jiwa, seperti Kristus yang selalu peduli akan jiwa sampai perempuan pelacur dan orang Samaria yang sulit mengikuti hukum Taurat, mendapat kelegaan dari-Nya. Aturan gereja yang sedemikian ketat umumnya dibuat oleh orang-orang yang rumit jiwanya dan tak pernah memenangkan jiwa. Pada hari penghakiman, yang Kristus ingin tanyakan adalah apakah ada hasilnya?
Yesus datang dalam kesederhanaan, bukan sebagai anak Raja yang penuh kemewahaan dan kekuatan tetapi penuh dengan segala kesederhanaan palungan. Yesus membawa kesederhanaan sampai hukum Taurat rumit dengan 613 aturan, dijadikan dua hukum kasih. Spirit yang kita bisa pelajari adalah jadilah sederhana agar kita menjadi lebih baik.
Natal dirayakan dengan belajar kesederhanaan. Janganlah jadi pribadi yang terlalu rumit, sehingga kita tidak menjadi saluran berkat Tuhan. Kesederhanaan membawa kelegaan. Kesederhanaan memberikan Anda ruang untuk berpikir lebih dalam atas makna dari kehidupan.
Doa: “Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau datang ke dunia dalam kesederhanaan. Ajar kami mengikuti kesederhanaan-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Daniel 5-6; 1 Yohanes 3.
Renungan 09 Desember 2022, Bacaan Alkitab Lukas 2:1-6.
09 , 09 Desember 2022, 2022, Desember, Renungan Harian
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.
GBI Pasir Koja 39 Bandung