
Renungan 08 November 2022, Bacaan Injil Yohanes 4:21-24.
PENYEMBAH SEJATI
Yohanes 4:21-24
Yohanes 4:24. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.
Orang Samaria tidak mengakui kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. Keselamatan datang dari Bangsa Yahudi (22), artinya Juruselamat datang dari orang Yahudi (Luk. 2:30; Kis. 4:12), seperti yang dikatakan perempuan itu (25).
Orang Israel percaya, bahwa ada tempat tertentu yang dikhususkan untuk menyembah Allah, dan akan salah jika tidak dilakukan di tempat itu. Namun Yesus membantahnya (23).
Dalam cerita di atas, Yesus hendak mengajar perempuan itu tentang penyembahan yang benar (ay. 21-24). Lebih dahulu Ia berkata bahwa soal menyembah bukanlah soal tempat. Dalam penyembahan yang benar kepada Bapa tidak ada persoalan mengenai tempat dan syarat-syaratnya.
Yesus menegaskan, bahwa yang terpenting dalam memuliakan Tuhan itu sebenarnya bukan penyembahannya, tetapi penyembah, artinya pribadi yang menyembah.
Ketika kita menyembah kita harus tahu siapa pribadi yang kita sembah. Semakin kita intim dengan Pribadi itu kita akan semakin mengasihi-Nya dan ingin terus dekat dengan-Nya. Dialah Yesus Kristus yang menjadi Juruselamat bagi kita.
Menjadi penyembah sejati artinya menjadi pribadi yang memiliki sikap hati yang benar dalam memuliakan Tuhan. Tidak dipengaruhi oleh pemimpin pujian atau pengkhotbah. Tidak juga dipengaruhi karena situasi dan kondisi yang menyenangkan. Lebih dari itu sadari, bahwa kita diciptakan untuk memuliakan Tuhan.
Doa: “Tuhan Yesus, kami hidup hanya untuk memuliakan-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Yeremia 32-34; 2 Timotius 3-4.
Renungan 08 November 2022, Bacaan Injil Yohanes 4:21-24.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Ketika kita menyembah kita harus tahu siapa pribadi yang kita sembah. Semakin kita intim dengan Pribadi itu kita akan semakin mengasihi-Nya dan ingin terus dekat dengan-Nya. Dialah Yesus Kristus yang menjadi Juruselamat bagi kita.
Yesus menegaskan, bahwa yang terpenting dalam memuliakan Tuhan itu sebenarnya bukan penyembahannya, tetapi penyembah, artinya pribadi yang menyembah.
Ketika kita menyembah kita harus tahu siapa pribadi yang kita sembah. Semakin kita intim dengan Pribadi itu kita akan semakin mengasihi-Nya dan ingin terus dekat dengan-Nya. Dialah Yesus Kristus yang menjadi Juruselamat bagi kita.
Menjadi penyembah sejati artinya menjadi pribadi yang memiliki sikap hati yang benar dalam memuliakan Tuhan. Tidak dipengaruhi oleh pemimpin pujian atau pengkhotbah. Tidak juga dipengaruhi karena situasi dan kondisi yang menyenangkan. Lebih dari itu sadari, bahwa kita diciptakan untuk memuliakan Tuhan.
GBI Pasir Koja 39 Bandung