Lukas 5:1-11
Roma 6:13b. “Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.”
Penyembahan sejati terbukti dalam penyerahan. Penyerahan adalah inti dari penyembahan. Penyerahan adalah kata yang sangat tidak populer, tidak disukai karena setara dengan kata penundukan diri. Kata tersebut menyiratkan kekalahan. Dan tidak ada orang yang ingin penjadi pecundang. Dalam dunia kita yang kompetitif kita diajar untuk tidak mudah menyerah, tidak pernah berhenti berusaha, sehingga kita jarang mendengar tentang penyembahan. Jika menang adalah segalanya, maka menyerah berarti kalah
Alkitab mengajarkan lebih dalam tentang penyerahan, tunduk, taat, dan menyerah. Dan dengan penyerahan kepada Allah, kita masuk kepada hati yang menyembah. Inilah penyembahan sejati: menyenangkan hati Allah ketika kita berserah sepenuhnya kepada-Nya. Berserah dalam versi terbaiknya didemonstrasikan dalam ketaatan, bekerja sama dengan Sang pencipta.
Anda akan selalu mengatakan, “Ya, Tuhan!” untuk apa pun yang Ia minta dari Anda. Petrus mencontohkan bentuk penyerahan ketika pada satu malam, sesudah ia gagal mencari ikan dan Yesus memerintahkannya untuk mencoba lagi. Meski perintah itu aneh tetap ia tetap taat dan melakukannya. Orang-orang yang berserah kepada Allah akan taat kapada-Nya, walaupun kelihatannya tidak masuk akal.
Apakah Anda berkata, bahwa Anda adalah seorang penyembah? Penyembahan terbaik teruji dalam penyerahan. Apakah Anda bersedia menyerahkan apa punyang Dia minta? Jika ya, maka sejatinya Anda adalah seorang penyembah.
Doa: “Kami milik-Mu, ya Allah dan kami berserah penuh kepada-Mu. Seluruh tubuh, uang, waktu dan hidup kami persembahkan hanya bagi-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
