Renungan 05 Desember 2022

Renungan 05 Desember 2022 - MENGAPA YESUS LAHIR DI DUNIA? - Hidup kita tidak pernah lepas dari pertanyaan mengapa? Jujur, banyak hal di dalam - gbi pasir koja 39 bandung

Renungan 05 Desember 2022, Bacaan Alkitab Yesaya 8:23; 9:6.

MENGAPA YESUS LAHIR DI DUNIA?

Yesaya 8:23; 9:6

Yesaya 9:1. Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.

Hidup kita tidak pernah lepas dari pertanyaan mengapa? Jujur, banyak hal di dalam dunia yang tidak bisa kita pahami. Salah satu yang mungkin sering didengungkan: Mengapa Yesus lahir di dunia? Menjadi pertanyaan yang patut kita renungkan. Sebuah pertanyaan besar, Allah Putra yang bertahta di sorga mau turun menjadi manusia, mengalami penderitaan serta merasakan kelemahan-kelemahan sebagai manusia. Mengapa pula Sang Allah Bapa merelakan anak-Nya yang tunggal menderita di dalam dunia yang berdosa?

Keselamatan yang Tuhan rancangkan bukanlah sebuah pemikiran yang mendadak atau kebetulan. Allah merancang misi penyelamatan bahkan sebelum manusia diciptakan. Di dalam kemahatahuan Allah, Dia tahu apa yang akan dipilih oleh Adam dan Hawa di taman Eden. Allah sudah merancang segala sesuatunya. Buktinya, Allah sendiri yang menyatakan nubuat-nubuat tentang lahirnya Sang Mesias, Juruselamat.

Mengapa Yesus harus lahir di dunia? Manusia hidup di dalam kegelapan dan butuh keselamatan. Hidup manusia bagaikan terjebak lumpur hisap, yang terus menyedot manusia ke dalam kegelapan. Karena itulah Yesus perlu datang ke dunia untuk menarik tangan orang-orang yang terhisap lumpur keberdosaan supaya diselamatkan dan memperoleh hidup yang kekal.

Bangsa yang berjalan dalam kegelapan akan melihat terang dan terang itulah yang akan menuntun orang-orang berdosa menjadi umat Allah. Yesus yang lahir di dunia adalah Allah dan bukan manusia biasa. Dia adalah Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal dan Raja Damai.

Karena itu, marilah bersyukur atas kehadiran Yesus di dunia sehingga kita bisa diselamatkan. Semuanya bukan karena kemampuan dan kebaikan kita, tetapi karena kasih anugerah Allah.

Doa: “Engkau datang ke dunia untuk menyelamatkan kami manusia yang berdosa, Ya Yesus. Untuk itu terima kasih untuk penyelamatan-Mu. Amin.”

Bacaan Setahun: Yehezkiel 45-46; 2 Petrus 2.

Renungan 05 Desember 2022, Bacaan Alkitab Yehezkiel 45-46; 2 Petrus 2.

05 , 05 Desember 2022, 2022, Desember, Renungan Harian

Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini 

Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …